ISC Ambil Alih Penyelidikan Penyiksaan di Inggris  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Markas badan intelijen Inggris MI6, di Vauxhall, London. telegraph.co.uk

    Markas badan intelijen Inggris MI6, di Vauxhall, London. telegraph.co.uk

    TEMPO.CO, London -  Penyelidikan resmi yang macet soal keterlibatan Inggris dalam program rendition dan penyiksaan oleh badan intelijen Amerika Serikat, Central Intelligence Agency (CIA), di tahun-tahun setelah serangan 11 September 2001 akan diserahkan kepada Komite Intelijen dan Keamanan (Intelligence and Security Committee-ISC). Keputusan itu menyusul adanya jaminan tahun sebelumnya oleh menteri Inggris bahwa penyelidikan itu akan dipimpin oleh seorang hakim senior.

    Langkah ini membuat cemas kelompok hak asasi manusia di Inggris. ISC adalah badan pengawas yang dinilai gagal melaporkan secara terbuka soal operasi pengawasan massal yang dilakukan oleh badan intelijen sinyal Inggris, GCHQ. Penyelidikan soal ini sudah dilakukan ISC yang hasilnya membersihkan kesalahan badan intelijen domestik Inggris, MI5, dan badan intelijen luar negeri Inggris, MI6.

    Sejauh mana keterlibatan badan intelijen dan keamanan Inggris dalam penyiksaan tersangka terorisme akan diketahui Kamis, 19 Desember 2013, melalui penerbitan yang sudah diedit dari laporan hasil penyelidikan sementara yang terhenti, yang dipimpin oleh Sir Peter Gibson. 

    Dalam laporan itu, Gibson menyerukan penyelidikan lebih lanjut soal keterlibatan Inggris dalam membawa dua pemimpin oposisi Libya dan keluarga mereka ke Tripoli pada 2004, serta soal peran yang dimainkan oleh Jack Straw, menteri luar negeri pada saat itu. MI6 dilaporkan telah menghadapkan Straw pada bukti dokumenter bahwa ia secara pribadi memberi persetujuan keterlibatan MI6 dalam operasi rendition CIA. Rendition adalah program pemindahan tersangka teroris dari satu negara ke negara lain.

    Penyelidikan Gibson terhenti dua tahun lalu ketika Scotland Yard meluncurkan penyelidikan kriminal setelah bukti adanya operasi rendition Inggris-Libya ditemukan di sebuah bangunan di kantor Tripoli yang ditinggalkan selama revolusi yang menggulingkan Muammar Qadhafi.

    Meskipun Gibson tidak mengambil keterangan secara lisan, ia menyusun laporan berdasarkan bukti dokumenter yang ia telah mampu periksa. Setelah berada di meja David Cameron selama 18 bulan, bagian dari laporan itu akhirnya akan diterbitkan pada Kamis, 19 Desember 2013, waktu Inggris.

    Organisasi hak asasi manusia Reprieve mengaku khawatir atas langkah ini karena ISC tidak bisa dipercaya. Clare Algar, direktur eksekutif Reprieve, mengatakan, "Jika pemerintah mengambil arah ini, itu akan melanggar janjinya untuk mengadakan penyelidikan independen dalam keterlibatan Inggris dalam penyiksaan. Lebih buruk lagi, ia akan menyerahkan tugas ke komite yang terdiri atas anggota parlemen yang dipilih perdana menteri, yang secara konsisten mengabaikan keterlibatannya dalam skandal besar yang melibatkan dinas keamanan. ISC tidak hanya kurang independen, ia juga menyedihkan dan terbukti benar-benar tak bisa diharapkan sebagai pengawas." 

    Di antara dokumen-dokumen rahasia yang ditemukan selama revolusi Libya, terdapat surat yang ditandatangani pejabat yang kemudian menjadi kepala kontra-terorisme di MI6, Mark Allen. Dalam surat itu, ia membanggakan peran lembaganya dalam salah satu operasi rendition.

    Penemuan dan publikasi dokumen itu sangat mengganggu MI6. Namun, ada dugaan keterlibatan lain MI6 dan MI5 dalam serangkaian operasi lain di Pakistan, Mesir, Maroko, dan Banglades, serta Teluk Guantanamo dan Afganistan, di mana tersangka terorisme mengalami penyiksaan berat.

    Guardian | Abdul Manan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.