Obama Kirim Atlet Gay Hadiri Pembukaan Olimpiade  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Amerika Serikat Barack Obama, berbicara tentang meninggalnya mantan Presiden Afrika Selatan dan perain nobel perdamaian Nelson Mandela di Gedung Putih (5/12). REUTERS/Mike Theiler

    Presiden Amerika Serikat Barack Obama, berbicara tentang meninggalnya mantan Presiden Afrika Selatan dan perain nobel perdamaian Nelson Mandela di Gedung Putih (5/12). REUTERS/Mike Theiler

    TEMPO.CO, Washington - Presiden Barrack Obama dipastikan tidak akan menghadiri upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin di Sochi, Rusia. Sebagai gantinya, dia mengutus Billie Jean King, mantan atlet tenis, sebagai bagian delegasi Amerika Serikat. Dilansir USA Today, penunjukkan itu merupakan pesan kuat Obama terhadap Rusia yang mengesahkan undang-undang anti-gay.

    Billie Jean King diketahui merupakan atlet tenis kenamaan AS yang dikenal sebagai penyuka sesama jenis. Meski bukan sebagai ketua delegasi, penunjukkan itu dilakukan sebagai dukungan terhadap perjuangan kaum gay, lesbian, biseksual, dan transgender (GLBT) yang termarjinalkan di Rusia. Adapun delegasi AS rencananya bakal dipimpin oleh Janet Napolitano, Presiden California University yang juga mantan Menteri Keamanan Dalam Negeri.

    Pihak Gedung Putih tidak secara gamblang menyebutkan Obama tidak hadir lantaran beleid diskriminatif Rusia itu. Mereka hanya menyatakan bahwa jadwal kerja presiden sudah sangat padat dan tidak memungkinkan hadir di Sochi pada 7 Februari 2014 mendatang.

    “Presiden Obama sangat bangga dengan atlet AS dan akan selalu mendukung dari Washington. Dan Presiden juga tahu para atlet akan menunjukkan nilai-nilai Amerika, yakni keberagaman, determinasi, dan kerja sama tim,” ujar pernyataan resmi Gedung Putih, Rabu, 18 Desember 2013.

    Gedung Putih juga memastikan Ibu Negara Michelle Obama dan Wakil Presiden Joe Biden juga tidak akan menghadiri upacara pembukaan tersebut. Selain itu, anggota kabinet dan seluruh mantan Presiden AS juga dipastikan tidak akan menjadi bagian dari anggota delegasi. Hanya Napolitano yang pernah menjadi bagian pemerintah AS yang akan menghadiri upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin itu.

    Ketidakhadiran Presiden, Wakil Presiden, Ibu Negara, anggota kabinet, maupun mantan Presiden AS merupakan yang pertama sejak olimpiade di Sydney tahun 2000 silam. Pada Olimpiade London 2012 lalu, Michelle Obama didapuk menjadi ketua delegasi AS. Tahun 2008, Presiden George Bush dan mantan presiden yang juga ayahnya, George HW Bush, bertolak menuju Beijing untuk menghadiri pembukaan olimpiade.

    Tidak hadirnya Obama menambah panjang daftar kepala negara yang tidak hadir alias memboikot Olimpiade Musim Dingin di Rusia. Sebelumnya, Presiden Perancis Francois Hollande dan Presiden Jerman Joachim Gauck lebih dulu menyatakan tidak akan hadir.

    Adapun saat upacara penutupan pada 23 Februari 2014, delegasi AS juga akan dihadiri oleh Caitlin Cahow, peraih emas pada dua olimpiade sebelumnya dalam cabang hoki. Cahow sendiri diketahui sebagai gay dan sudah secara terbuka mengakui hal tersebut. Dia pun mengaku girang ditunjuk Obama sebagai bagian dari delegasi tim.

    “Saya tidak percaya terpilih sebagai delegasi. Semoga saja apa yang kami lakukan ini memberikan pesan cinta dan persamaan bagi seluruh dunia,” ujar Cahow. Dia pun mengecam Rusia yang dinilai memberlakukan diskriminasi dalam olahraga dan tidak sesuai dengan Piagam Olimpiade (Olympic Charter). Menurut dia, olahraga tidak mengenal diskriminasi dalam bentuk apa pun, seperti agama, jenis kelamin, politik, warna kulit, dan sebagainya.

    USA TODAY | DIMAS SIREGAR


    Baca juga:
    Fenomena Baru, Vietnam Diselimuti Salju
    Rusia Tempatkan Rudal di Perbatasan Negara NATO
    Kisruh di Laut Cina, Jepang Perkuat Militer
    Asosiasi Akademisi AS Dukung Aksi Boikot Israel


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.