Rusia Tempatkan Rudal di Perbatasan Negara NATO  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Topol, Rudal Balistik antar benua milik Rusia. AP/Alexander Zemlianichenko

    Topol, Rudal Balistik antar benua milik Rusia. AP/Alexander Zemlianichenko

    TEMPO.CO, Moskow -  Rusia telah menempatkan rudal Iskander yang memilki jangkauan ratusan kilometer di wilayah baratnya, Kaliningrad, yang berbatasan dengan dua negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), Polandia dan Lithuania. Kabar ini dimuat oleh surat kabar pro-Kremlin, Izvestia, Senin, 16 Desember 2013.

    Rudal-rudal itu telah berada di tempat itu "untuk beberapa waktu," kata sumber Izvestia di Kementerian Pertahanan yang tidak mau disebutkan identitasnya. Sumber militer lainnya mengatakan, rudal itu dikerahkan ke sana sekitar 18 bulan yang lalu.

    Laporan Izvestia mengikuti sebuah berita di surat kabar Jerman, Bild, Sabtu, 14 Desember 2013 yang mengatakan bahwa citra satelit rahasia menunjukkan rudal Iskander-M telah ditempatkan di dekat perbatasan Polandia.

    Laporan ini menjadi peringatan bagi Polandia dan negara-negara Baltik, yang mewaspadai gerakan-gerakan militer Rusia setelah puluhan tahun mendominasi kawasan ini. Peringatan bagi mereka diperkeras oleh ketegangan antara Rusia dan Barat terkait dengan Ukraina saat ini.

    "Kami telah mengikuti peristiwa ini untuk beberapa waktu, dan ini bukan kejutan bagi kami, " kata Menteri Pertahanan Latvia Artis Pabriks kepada Reuters.

    Namun dia menambahkan, "Ini menciptakan ketegangan politik yang tidak perlu dan menimbulkan kecurigaan dan mengurangi saling percaya, karena kita tidak melihat alasan mengapa Rusia akan membutuhkan senjata seperti itu di sini. Saya kira itu hanya untuk menunjukkan siapa bos di wilayah tersebut."

    Rusia mengatakan pada 2011 bahwa mereka mungkin menempatkan rudal Iskander di Kaliningrad, wilayah barat negaranya, sebagai bagian dari respons Moskow terhadap perisai antirudal yang dibangun Amerika Serikat di Eropa dengan bantuan dari negara-negara NATO.

    Kementerian Luar Negeri Polandia mengatakan pihaknya telah menerima informasi resmi dari Rusia soal ini. Ia menyebut berita itu "mengkhawatirkan ". Polandia akan berkonsultasi tentang masalah ini dengan mitra negara NATO dan Uni Eropa.

    Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Igor Konashenkov mengatakan kepada kantor berita Rusia, Senin, 16 Desember 2013, bahwa rudal Iskander telah dikerahkan di Rusia barat, tetapi tidak menyebutkan lokasi tepatnya. Konashenkov mengatakan penempatan itu tidak melanggar perjanjian internasional.

    Rusia sebelumnya mengatakan bahwa ia khawatir perisai rudal AS di Eropa Barat ditujukan untuk melemahkan keamanan Rusia dan mengacaukan keseimbangan strategis pasca-Perang Dingin. Upaya untuk mengubah tahun-tahun konfrontasi menjadi kerja sama telah gagal.

    "Kami khawatir tentang militerisasi wilayah Kaliningrad dan modernisasi persenjataannya," kata Juozas Olekas, Menteri Pertahanan Lithuania. "Kami telah berulang kali mengangkat isu ini dalam berbagai forum multilateral."

    Selain mengancam menempatkan rudal Iskander di Kaliningrad, Dmitry Medvedev (dulu presiden, kini perdana menteri) mengatakan pada 2011 bahwa Rusia bisa menempatkan senjata di bagian barat negaranya yang bisa menghancurkan komponen perisai antirudal.

    Instalasi pencegat rudal yang akan dikerahkan di Polandia pada 2018 sebagai bagian dari perisai rudal AS di Eropa akan selesai setelah 2020. Amerika Serikat mengatakan, perisai rudal itu dimaksudkan untuk melindungi ancaman potensial dari Timur Tengah.

    Iskander-M memiliki jangkauan sekitar 400 km. Artinya, rudal yang berbasis di Kaliningrad bisa mencapai Polandia, Lithuania, atau Latvia.

    "Saat ini saya tidak bisa membayangkan Rusia menembak ke negara NATO ... Jika upgrade rudal ini telah terjadi, itu hanya aksi pamer, dan dimaksudkan untuk menakut-nakuti," kata seorang pejabat senior Lithuania.

    Presiden Rusia Vladimir Putin telah dikutip media dan mengatakan bahwa perisai rudal AS di Eropa sebagai salah satu alasan Rusia harus mempertahankan militernya yang kuat dan berjanji untuk menghabiskan sekitar US$ 700 miliar pada 2020 untuk meningkatkan kemampuan pertahanannya.

    Reuters | Abdul Manan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bagi-bagi Jatah Menteri di Komposisi Kabinet Jokowi

    Partai koalisi pemerintah membahas komposisi kabinet Jokowi - Ma'ruf. Berikut gambaran komposisi kabinet berdasarkan partai pendukung pasangan itu.