Pegawai Kedubes RI Bersiap Keluar Dari Irak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Dubes RI di Irak, Dachlan Abdul Hamid, menyatakan jumlah staf kedutaan Indonesia di Irak saat ini masih berjumlah sembilan orang. Ketika dihubungi melalui telepon, Rabu (13/3), Dachlan mengatakan bahwa mereka akan meninggalkan Irak sebelum tenggat waktu untuk tim inspeksi senjata tanggal 17 Maret. Bisa sekarang, besok atau lusa. Tergantung keadaan, katanya. Lebih lanjut Dachlan mengatakan bahwa kedutaan akan menyisakan tiga staf intinya, yaitu duta besar, kepala bidang politik, dan kepala unit informasi sebelum tenggat habis. Kami tidak mau menjadi imam untuk evakuasi ini. At least kita berangkat bersama-sama, katanya dengan penuh semangat. Hal ini, menurut Dachlan, menyangkut tertib administrasi dan sopan santun terhadap pemerintahan Irak. Pihaknya harus mengurus administrasi dan melaporkan rencana kepergian ini kepada pemerintah Irak sebagai ucapan pamit. Ia mengatakan bahwa Indonesia tidak mau merusak hubungan yang sudah terjalin baik dengan Irak. Harus main cantik seperti narik rambut dari tepung, bagaimana caranya supaya rambutnya terbawa tanpa membuat tepungnya acak-acakan, tuturnya mengumpamakan. Dachlan tidak bisa memastikan kapan staf duta besar Indonesia di Irak akan kembali mengisi kantornya setelah ditinggalkan. Ia mengatakan bahwa semuanya tergantung perkembangan situasi yang terjadi di Irak. Yang jelas hubungan dengan Irak tidak akan putus, meski kantor kedutaan kosong, katanya. Menanggapi kembalinya mahasiswa ke Irak, Dachlan mengatakan bahwa pihaknya sudah menghimbau para mahasiswa untuk meninggalkan Irak, melalui telepon. Ia mengatakan bahwa pihaknya hanya bisa menghimbau, tanpa ada paksaan. Jika memang mereka berkeras tetap tinggal berarti mereka siap menanggung segala resikonya, katanya. Ia menambahkan bahwa mahasiswa yang memutuskan tinggal ini membuat pernyataan tertulis tentang kesediaan menanggung semua resiko. Percuma dapat gelar kalau kaki buntung, guraunya sambil tertawa. Saat ini, menurutnya pantauannya, terdapat 25 mahasiswa yang kembali dari Damaskus, sementara dua lainnya belum ada kabar. Negara tujuan evakuasi bagi mahasiswa, menurut Dachlan, adalah Damaskus dan Suriah, sementara bagi staf kedutaan dikonsentrasikan ke Damaskus. Pemerintah Irak melalui universitas telah mengizinkan mereka meninggalkan Irak. Dachlan meminta agar mahasiswa yang ada di Irak dengan segera mengurus semua syarat administratif yang mungkin akan memakan waktu yang lama. Dachlan menjelaskan bahwa sekarang kondisi warga negara Indonesia yang ada di Irak dalam keadaan baik-baik saja. Ya doakan saja semoga kita selamat. Kami ingin semua rakyat Indonesia terselamatkan, katanya. Yandi MR Tempo News Room

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.