Kematian Mandela Dimanfaatkan Politikus Malaysia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nelson Mandela memperingati pergantian milenium di bekas selnya di Pulau Robben, 31 Desember 1999. REUTERS/Mike Hutchings

    Nelson Mandela memperingati pergantian milenium di bekas selnya di Pulau Robben, 31 Desember 1999. REUTERS/Mike Hutchings

    TEMPO.COKuala Lumpur – Kematian mantan Presiden Afrika Selatan, Nelson Mandela, telah dipolitisasi oleh politikus Malaysia. Beberapa partai politik menyamakan perjuangan partai mereka dengan perjuangan Mandela (lihat: Perginya Sang Rolihlahla).

    Dilaporkan laman Channel News Asia, dua parpol Malaysia, yakni Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) dan Partai Keadilan rakyat (PKR), "memanfaatkan" Mandela untuk kampanye politiknya.

    Hal ini terjadi dalam penutupan kongres tahunan UMNO pada Sabtu lalu. Saat itu, Perdana Menteri Najib Razak mengatakan, UMNO berjuang untuk alasan yang sama dengan Mandela dan partainya, ANC.

    UMNO, kata Najib, harus meniru Partai ANC Afrika Selatan dalam melindungi dan memelihara pemimpin generasi muda untuk melanjutkan perjuangannya.

    Dalam pidatonya, Razak menuturkan, “Kami turut berduka dan menghargai Mandela sebagai pejuang kemerdekaan dan orang yang cinta damai. Oleh sebab itu, UMNO harus berjuang dengan prinsip yang sama.”

    Pernyataan ini dicemooh oleh pemimpin oposisi PKR, Anwar Ibrahim. Menurut dia, ini merupakan penghinaan kepada Mandela. Sebab, pada dasarnya UMNO adalah partai berbasis ras yang membela supremasi Melayu.

    Padahal, serupa dengan UMNO, PKR pun "memakai" Mandela untuk meningkatkan pamor politiknya. Partai ini mengklaim bahwa Anwar Ibrahim memiliki perjuangan serupa dengan Mandela. “Perjuangan Anwar dan keadilan serupa dengan perjuangan Mandela. Anwar adalah politikus pertama Malaysia yang juga memperjuangkan antiapartheid,” tutur Wakil Presiden PKR, N. Surendren.

    Pertengkaran politik ini telah menuai kritik dari seluruh media sosial dan warga Malaysia. Mereka menuding para pemimpin yang seharusnya jadi panutan ini justru menunjukkan rasa tidak hormat kepada Mandela.

    Liputan Mandela selengkapnya: #Nelson Mandela.

    ANINGTIAS JATMIKA | CHANNEL NEWS ASIA

    Terpopuler

    Mayat Korban Pelonco ITN Mengeluarkan Sperma
    TN Telusuri Adegan Pemerkosaan dalam Pelonco
    Warga Bakar Vila Orange Milik Probosutedjo
    Aset Melimpah dan Rumah Mewah Hercules
    Multivision Diminta Hentikan Peredaran Film Soekarno


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.