Paman Kim Jong-un Dicap Lebih Hina dari Anjing

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin Korut yang baru Kim Jong-un (depan) berjalan mendahului para pemimpin militer, termasuk Jang Song-thaek, paman Jong-un (kiri), saat memberikan penghormatan kepada Kim Jong-il di Istana Peringatan Kumsusan di Pyongyang dalam gambar yang dirilis KCNA hari Senin (26/12). ANTARA/REUTERS/KCNA

    Pemimpin Korut yang baru Kim Jong-un (depan) berjalan mendahului para pemimpin militer, termasuk Jang Song-thaek, paman Jong-un (kiri), saat memberikan penghormatan kepada Kim Jong-il di Istana Peringatan Kumsusan di Pyongyang dalam gambar yang dirilis KCNA hari Senin (26/12). ANTARA/REUTERS/KCNA

    TEMPO.CO, Pyonyang — Berita eksekusi mati paman pemimpin Korea Utara Kim Jong-un yang dilansir kantor berita Korea Utara KCNA, Jumat, 13 Desember 2013 mengejutkan dunia. Selain mengumumkan eksekusi mati pada halaman depan situs itu, KCNA menampilkan dua foto tentang persidangan militer yang dijalani Jang serta foto Jang sedang dikawal ketat oleh dua tentara Korut.

    Eksekusi mati pria berusia 67 tahun tersebut dilakukan pada Kamis lalu setelah dua orang dekatnya, Ri Yong-ha dan Jang Soo-kil, dieksekusi mati terlebih dahulu pada pertengahan November lalu. Ketiganya dijatuhi hukuman mati karena berusaha melakukan kudeta militer terhadap Kim Jong-un. (baca: Paman Kim Jong Un Dieksekusi Mati)

    Dalam artikelnya, KCNA menyebut tindakan Jang ini memancing kemarahan rakyat Korut. Hukuman mati, menurut KCNA, dijatuhkan untuk menjawab kemarahan rakyat. "Pelayan negara dan rakyat di seluruh negeri meluapkan kemarahan dan menyerukan agar hukuman yang tegas diterapkan bagi setiap elemen anti-partai dan faksi kontra-revolusi," demikian pernyataan KCNA.

    Bahkan, selain dicap sebagai pengkhianat, suami dari Kim Kyong-hui, yang juga adik mendiang pemimpin Korea Utara Kim Jong-il, disebut lebih buruk dari anjing. "Manusia sampah yang keji, lebih buruk dari seekor anjing."

    Padahal, setelah kematian Jong-il dua tahun lalu, Jang merupakan tokoh berpengaruh di Korea Utara. Pria itu juga merupakan sosok penting dalam memuluskan jalan Jong-un menjadi orang nomor satu di Pyongyang. Saat itu sempat terjadi sengketa tentang sosok yang tepat menggantikan Kim Jong-il untuk meneruskan pemerintahan.

    Sebagai balasannya, Jong-un mengangkat pamannya sebagai jenderal bintang empat dan memberikan kekuasaan besar di Partai Pekerja. Namun, hubungan mesra keduanya berakhir sudah. Semua jabatan Jang telah dilucuti. Jangi secara luas dilihat sebagai seorang penganjur reformasi ekonomi. Ia juga pernah dilengserkan pada 2004 di bawah pemerintahan Kim Jong Il, tetapi menjabat kembali dua tahun kemudian.

    CHANNEL NEWS ASIA | SITA PLANASARI AQUADINI

    Berita Lainnya:
    Kereta Komuter Celaka, Jangan Cari Palu

    Kabareskrim Suhardi Alius Datangi KPK

    Posisi Gerbong Khusus Perempuan Kereta Dievaluasi

    Keluarga Sopir Truk Tragedi Bintaro Cemas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.