Prancis Lucuti Pemberontak Republik Afrika Tengah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah tentara Prancis menyapa beberapa anak kecil, ketika mereka berjalan melewati area pasar induk di Timbuktu, Mali, Selasa (23/7). AP/Rebecca Blackwell

    Sejumlah tentara Prancis menyapa beberapa anak kecil, ketika mereka berjalan melewati area pasar induk di Timbuktu, Mali, Selasa (23/7). AP/Rebecca Blackwell

    TEMPO.CO, Bangui - Pasukan Prancis mulai melucuti senjata para pemberontak di Republik Afrika Tengah guna mengakhiri kekerasan antarkelompok bersenjata yang menewaskan ratusan orang sejak awal Desember 2013.

    Menurut laporan kantor berita Reuters, suara tembakan terdengar di dekat pelabuhan udara bersamaan dengan militer Prancis menggeledah senjata di Ibu Kota Bangui. "Selanjutnya pasukan Prancis mendapat serangan dari bekas pemberontak di pusat kota, namun tak ada korban jiwa," tulis Al Jazeera, Senin, 9 Desember 2013.

    Dalam bentrokan itu, komandan tertinggi Seleka, Nourdine Adam, ditangkap militer Prancis. "Nourdine Adam ditangkap dan dipindahkan ke pangkalan militer di bandar udara internasional," kata koresponden Al Jazeera, Nazanine Moshiri, Senin, 9 Desember 2013. "Dia di sana untuk sementara waktu, namun belakangan dia tampak berada di Istana Presiden."

    "Kami tidak tahu apakah dia dibawa oleh pasukan Prancis sebagai bagian dari pelucutan senjata atau untuk menyelamatkan dirinya," kata Moshiri.

    Kekerasan di negara bekas jajahan Prancis ini melibatkan pemberontak muslim Seleka yang berasal dari negeri tetangga, Chad, dan sudah melawan kelompok Kristen anti-Balaka.

    Seleka adalah pemberontak yang merebut kekuasaan pada Maret 2013 dan menempatkan Michel Djotodia sebagai presiden sekaligus menjadi presiden muslim pertama di negara yang mayoritas berpenduduk Kristen.

    AL JAZEERA | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.