24 Orang Perusuh Little India Akan Diadili  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petugas berdiri di dekat bus yang dihancurkan massa dalam kerusuhan di Little India, Singapura, Senin (9/12). Massa memukuli kaca bus, dan menjungkirbalikkan setidaknya tiga mobil polisi. REUTERS/Rob Dawson

    Sejumlah petugas berdiri di dekat bus yang dihancurkan massa dalam kerusuhan di Little India, Singapura, Senin (9/12). Massa memukuli kaca bus, dan menjungkirbalikkan setidaknya tiga mobil polisi. REUTERS/Rob Dawson

    TEMPO.COSingapura – Sebanyak 24 orang yang terlibat dalam kerusuhan di kawasan Little India pada Ahad, 8 Desember 2013, akan dibawa ke pengadilan. Mereka akan menghadap hakim pada Selasa pagi waktu setempat.

    Seperti dilaporkan Straits Times, dua orang telah dibebaskan karena tidak terbukti terlibat dalam kerusuhan ini. Kedua orang ini merupakan warga negara Bangladesh. Sebelumnya, polisi sempat menahan 28 orang.

    Menurut pihak kepolisian, para perusuh merupakan warga India dan penduduk tetap Singapura. Hal ini menegaskan tidak adanya warga Banglades yang semula diberitakan telah menjadi dalang kerusuhan.

    Kerusuhan ini terjadi menyusul tewasnya satu pekerja asal Bangladesh di Hampshire Road, Singapura. Seorang pekerja berusia 33 tahun tewas setelah ditabrak oleh bus dalam sebuah kecelakaan lalu lintas. Massa yang sebagian besar pekerja migran itu pun mengamuk dan malah merusak satu unit mobil polisi dan satu unit ambulans yang datang untuk memberikan pertolongan.

    ANINGTIAS JATMIKA | STRAITS TIMES

    Terpopuler:
    Tragedi Kereta Bintaro, Truk Tangki Memaksa Masuk?
    Tabrakan Kereta Ulujami Mirip Tragedi Bintaro  
    Kronologi Kerusuhan di Little India, Singapura
    Ini Cerita Miris Tabrakan Kereta Bintaro 1987  
    Surga Korupsi, 756 Koruptor Cuma Divonis 2-5 Tahun


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar TNI-Polri yang Pernah Menjabat sebagai Plt Gubernur

    Penunjukan anggota TNI-Polri menjadi Plt Gubernur sudah sempat terjadi beberapa kali. Penunjukan itu diputuskan oleh Mendagri saat itu, Tjahjo Kumolo.