Filipina Larang Warganya Bekerja di Yaman  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pencari kerja mencatat lowongan pekerjaan dalam bursa kerja di Manila, Filipina, Sabtu (16/5). Bursa yang diselenggarakan oleh pemerintah dan perusahaan swasta untuk mengatasi krisis keuangan global. (AP Photo / Pat Roque)

    Pencari kerja mencatat lowongan pekerjaan dalam bursa kerja di Manila, Filipina, Sabtu (16/5). Bursa yang diselenggarakan oleh pemerintah dan perusahaan swasta untuk mengatasi krisis keuangan global. (AP Photo / Pat Roque)

    TEMPO.CO, Manila - Filipina melarang warganya bekerja di Yaman menyusul serangan mematikan oleh kelompok militan yang menewaskan lebih dari 50 orang berikut tujuh warga Filipina.

    Keputusan tersebut diumumkan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Filipina, Raul Hernandez, Senin, 9 Desember 2013.

    Menurut pedoman yang dikeluarkan pemerintah, seluruh warga Filipina dilarang mencari kerja di Yaman. Sementara saat ini sebanyak 1.500-2.000 tenaga kerja Filipina siap kembali ke tanah air.

    Pada bagian lain, al-Qaeda mengaku bertanggung jawab atas serangan di Yaman, Jumat, 6 Desember 2013, sebagai balasan atas serangan jet tanpa awak Amerika Serikat yang menewaskan puluhan pemimpin kelompok ini.

    Dalam aksi serangan tersebut, tujuh warga Filipina termasuk seorang dokter dan beberapa perawat tewas, sementara 11 lainnya cedera. Mereka itu di antara 40 warga Filipina yang sedang bekerja di rumah sakit Angkatan Bersenjata Yaman. Sekitar 10 juta warga Filipina bekerja di berbagai belahan dunia, hampir sebagian besar mencari peruntungan di Timur Tengah.

    ARAB NEWS | CHOIRUL 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kue Bulan dalam Festival Tengah Musim Gugur atau Mooncake Festival

    Festival Tengah Musim Gugur disebut juga sebagai Festival Kue Bulan atau Mooncake Festival. Simak lima fakta unik tentang kue bulan...