Tak Loyal, Jabatan Paman Kim Jong-Un Dicopot  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kim Jong-Un. REUTERS/KCNA

    Kim Jong-Un. REUTERS/KCNA

    TEMPO.CO, Pyongyang – Gara-gara bertindak antipartai dan berada di faksi antirevolusi, Chang Song-thaek, Wakil Ketua Komisi Pertahanan--lembaga militer tertinggi di Korea Utara--dicopot dari jabatannya. Paman dari pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un itu dianggap telah berbuat kriminal.

    Konfirmasi isu pencopotan Chang Song-thaek disampaikan pemerintahan Jong-Un dalam rilis berita kantor berita pemerintah, KNCA, Senin, 9 Desember 2013. Informasi di lingkaran dalam pemerintah itu pertama kali disebarkan oleh intelijen Korea Selatan, sang tetangga yang menjadi seteru Korea Utara.

    Pencopotan Chang idilakukan tak lama setelah dua anak buahnya dihukum karena diduga melakukan tindakan korupsi. Hal itu dilakukan saat ia sedang membicarakan kerja sama ekonomi dengan Cina yang menjadi sekutu Korea Utara. Keputusan penting itu diambil setelah PM Kim Jong-Un menggelar pertemuan tertutup dengan para petinggi politbiro di Partai Pekerja Korea, partai berkuasa di negerinya.

    “Tuan Chang melakukan aksi untuk menggerogoti kesatuan dan keutuhan partai,” demikian pernyataan resmi seperti dikutip KNCA. Menantu pendiri Korea Utara Kim Il-sung itu juga dianggap bermuka dua. Dia berupaya memimpin partai, tapi juga terlibat dalam faksi anti partai tersebut.

    Atas pertimbangan itu, Chang akhirnya secara resmi diberhentikan dari posisi sebagai wakil ketua komisi dan dikeluarkan dari keanggotaan partai. Keputusan itu dianggap sebagai keputusan terbesar yang diambil oleh Jong-un sejak memimpin negeri komunis tersebut.

    Bagi Chang, pemberhentian ini merupakan hukuman kedua yang dia terima dari pemerintah Korut. Sebelumnya, dia juga pernah dihukum dan harus "dididik ulang". Dia dikenakan tahanan rumah itu pada 2004 dan dicopot dari seluruh jabatan yang dia pegang. Namun, dua tahun kemudian jabatannya kembali dipulihkan oleh PM Kim Jong-il.

    BBC | DIMAS SIREGAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.