Vatikan Tolak Berikan Data Kasus Pedofil PBB  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemandangan lapangan Saint Peter's saat Paus Fransiskus memimpin misa di Vatikan, Minggu (28/4). REUTERS/Alessandro Bianchi

    Pemandangan lapangan Saint Peter's saat Paus Fransiskus memimpin misa di Vatikan, Minggu (28/4). REUTERS/Alessandro Bianchi

    TEMPO.CO, ROMA - Vatikan menolak permintaan komite khusus Hak Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (CRC) agar berbagi informasi mengenai penyelidikan pelecehan seksual terhadap anak-anak oleh para rohaniwan Katolik. Seperti dilansir Reuters, Rabu, 4 Desember 2013, Tahta Suci Vatikan menegaskan kasus-kasus itu menjadi tanggung jawab yudisial masing-masing negara yang menanganinya.

    Kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh para rohaniwan Katolik di seluruh dunia terus memicu kontroversi sejak 1995. Kasus ini menjadi perhatian dunia setelah Paus Benediktus XVI mundur dan digantikan oleh Paus Fransiskus I pada Maret lalu. Saat mulai berkuasa, Fransiskus berjanji akan serius menyelidiki kasus-kasus tersebut.

    CRC pun mulai melakukan penyelidikan dan menanyai pejabat Vatikan sejak Juli lalu, mengenai kasus pelecehan seksual yang telah diselidiki Tahta Suci sejak 1995. Mereka ingin tahu apakah para rohaniwan yang dilaporkan melecehkan anak-anak tetap berhubungan dengan jemaat di bawah umur. Selain itu, komite juga menanyakan apakah Vatikan memaksa Gereja melaporkan kasus-kasus pelecehan ke aparat hukum.

    Sebagai jawaban, Tahta Suci Vatikan menyatakan bahwa kasus-kasus ini terpisah dari Gereja Katolik Roma dan mereka tidak dapat membagi informasi mengenai hukuman terhadap rohaniwan mereka, kecuali kepada aparat hukum negara di mana kasus itu terjadi. “Kami harus melindungi saksi, tersangka dan integritas Gereja dalam proses penyelidikan,” ujarnya.

    Namun, Vatikan juga menyatakan bahwa kasus pelecehan seksual telah mengubah kriteria pemilihan pastur dan mengubah sejumlah aturan gereja terkait hal tersebut.

    Komite CRC dan pejabat Vatikan akan bertemu secara langsung pada Januari 2014 untuk membahas kasus-kasus pelecehan seksual oleh rohaniwan Katolik di seluruh dunia. Vatikan telah meratifikasi Konvensi Perlindungan Anak pada 1990.

    Sejumlah lembaga penggiat hak asasi manusia mengkritik keras sikap Vatikan. Salah satunya adalah kelompok Center for Constitutional Rights asal Amerika Serikat. Kelompok ini menuding Vatikan tidak bertanggung jawab. “Jawaban Vatikan mengindikasi mereka menyalahkan masing-masing negara di mana kasus itu terjadi. Sungguh tidak bertanggung jawab.”

    REUTERS | SITA PLANASARI AQUADINI

    Berita Terpopuler: 

    Ini Tim Paling Sulit Dikalahkan Versi Ronaldo
    Van Persie Siap Tampil Lawan Everton
    Thohir: Tekanan di Liga Italia Sangat Tinggi
    Hadapi Sunderland, Chelsea tanpa Oscar dan Luiz
    Ronaldo Ogah Berbicara dengan Blatter


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Catatan Tentang Cuti Bersama 2022

    Sebanyak 16 hari libur nasional telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk cuti bersama dan pergesera libur akan disesuaikan dengan kondisi.