Malala Jadi Orang Paling Berpengaruh di Asia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Malala Yousafzai, perempuan asal Palestina memberikan sambutan setelah menerima penghargaan dari RAW (Reach All Women)  dalam acara Anna Politkovskaya Award di London (4/10). Malala Yousafzai hanya masuk dalam nominasi Nobel Perdamaian. REUTERS/Luke MacGrego

    Malala Yousafzai, perempuan asal Palestina memberikan sambutan setelah menerima penghargaan dari RAW (Reach All Women) dalam acara Anna Politkovskaya Award di London (4/10). Malala Yousafzai hanya masuk dalam nominasi Nobel Perdamaian. REUTERS/Luke MacGrego

    TEMPO.COLondon – Malala Yousafzai dinobatkan sebagai orang Asia Paling Berpengaruh dalam Penghargaan Kepemimpinan dan Keberagaman yang digelar di Inggris pada Rabu, 27 November 2013, malam waktu London.

    Seperti dikutip dari laman Daily Mail, gadis berusia 16 tahun ini mengalahkan pejuang buruh Keith Vaz dan Sadiq Khan, serta personel grup vokal One Direction, Zayn Malik. Malala dianggap telah membangkitkan kesadaran akan pemberdayaan perempuan.

    Gadis yang sempat dinominasikan sebagai peraih Nobel Perdamaian tahun ini pernah ditembak dan terluka pada bulan Oktober tahun lalu. Ia ditembak setelah menentang pembatasan Taliban pada pendidikan anak perempuan di Pakistan.

    Selain Malala, penghargaan GG2 ini juga diberikan kepada kedua teman Malala, yakni Kainat Riaz dan Shazia Ramzan yang bersama Malala begitu berani melawan aturan Taliban.

    Hingga kini, ketiga gadis muda ini terus sibuk mengkampanyekan hak-hak perempuan, terutama di bidang pendidikan. Sementara itu, Malala kini telah menetap dan bersekolah di Inggris.

    ANINGTIAS JATMIKA | DAILY MAIL


    Baca juga:

    Ini Motif Walang, Si Pengemis Tajir
    Ada Keluhan? Ini Nomor HP dan E-mail Jokowi 
    Jokowi Kumpulkan Ribuan Warga di Monas Bahas Jakarta 
    Saat Ditangkap, Pengemis Tajir Coba Sogok Petugas 
    Bahas Banjir, Nur Mahmudi Singgung Kampung Pulo 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.