Israel Lanjutkan Pembangunan Rumah di Tepi Barat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Palestina di Tepi Barat, terpaksa harus merusak pagar pembatasan di selatan perbatasan antara Palestina dan Israel untuk mendapatkan penghidupan yang layak di Israel, 22/6. Reuters/Ammar Awad

    Warga Palestina di Tepi Barat, terpaksa harus merusak pagar pembatasan di selatan perbatasan antara Palestina dan Israel untuk mendapatkan penghidupan yang layak di Israel, 22/6. Reuters/Ammar Awad

    TEMPO.CO, Tel Aviv - Otoritas Israel memberikan izin melanjutkan pembangunan 829 rumah baru di daerah pendudukan Tepi Barat. Demikian keterangan kelompok hak asasi manusia, Peace Now, kepada media, Senin, 25 November 2013.

    "Pembangunan 829 rumah telah disetujui oleh sebuah komite militer Israel di daerah pendudukan Tepi Barat," Lior Amihai, pejabat Peace Now, mengatakan. Dia melanjutkan, "Persetujuan ini mengancam proses perdamaian."

    Barat bersama Presiden Otoritas Palestina, Mahomud Abbas, telah memperingatkan bahwa pembangunan di daerah pendudukan oleh Israel dapat mengancam masa depan pembicaraan perdamaian di Timur Tengah.

    Rumah-rumah baru yang akan dibangun secara ilegal di sebelah utara Yerusalem itu, Amihai memaparkan, terletak di daerah pendudukan Givat Zeev, Nofei Prat, Shilo, Givat Salit, dan Nokdim.

    Sebelumnya, dua pekan silam, Israel mengumumkan rencana pembangunan 20 ribu rumah baru di daerah pendudukan, namun rencana tersebut cepat-cepat dibatalkan.

    Pengumuman tersebut telah memicu protes juru runding Palestina sekaligus mengancam mundur dari meja perundingan damai. Namun Abbas menolak mengundurkan diri dan bersumpah akan tetap melanjutkan pembicaraan dengan Israel.

    AL AKHBAR | CHOIRUL

    Berita lain:
    Kisah Chenny Han dari Taman Lawang ke Las Vegas 
    Aburizal Bakrie Jadi Cawapres Jokowi?
    Dimonopoli, Bandara di Indonesia Jadi Salah Urus
    Pemeriksaan Boediono Menuai Kecaman
    Inilah Negara Eksportir Sapi Selain Australia  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.