Gara-gara Kunci Hilang, Pasien Ini Meninggal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • farm3.static.flickr.com

    farm3.static.flickr.com

    TEMPO.CODerbyshire – Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Inilah yang menimpa  seorang pria asal Derbyshire, Inggris. Ia meninggal karena kelalaian petugas paramedis yang terlalu konyol untuk dilakukan. Namun memang, malang tak dapat ditolak.

    Diberitakan laman Daily Mail, Jumat, 22 November 2013, pria berusia 87 tahun yang tak disebutkan namanya ini meninggal karena terlambat dibawa dengan ambulans. Keterlambatan terjadi karena petugas paramedis lupa menaruh kunci ambulansnya.

    Sebelumnya, pria ini mengalami serangan jantung. Bantuan medis pun dihubungi dengan harapan si pasien segera dibawa ke rumah sakit. Sembari menunggu kedatangan ambulans, pria ini sudah diberikan pertolongan pertama.

    Begitu lama menunggu, ambulans tak juga datang. Nyawa pria ini pun tak terselamatkan. Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata penyebabnya adalah waktu yang terlalu lama dihabiskan paramedis untuk mencari kunci ambulans yang entah diletakkan di mana.

    Kasus ini merupakan satu dari delapan insiden serius dalam tiga hari yang terjadi di East Midlands Ambulance Service. Memang, layanan ambulans ini memiliki cacatan kinerja yang buruk.

    Kasus serupa pernah terjadi pada seorang pasien berusia 41 tahun yang menderita nyeri dada akibat serangan jantung. Pria ini meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit setelah seorang paramedis memutuskan untuk membawanya sendiri tanpa didampingi paramedis lain.

    Menanggapi hal ini, pejabat layanan ambulans ini menyatakan mereka memang tengah melakukan perbaikan kinerja. “Kami yakin, program baru kami dengan sejumlah perbaikan akan memperkuat kualitas klinis kami,” kata Sue Noyes, Kepala Eksekutif East Midlands Ambulance Service.

    ANINGTIAS JATMIKA | DAILY MAIL

    Terpopuler
    SBY Pernah Diperingatkan Waspadai Yusril 
    Ini Tingkah Jokowi Diteriakin, 'Nyapres Pak!' 
    Farhat: Menabrak, Dosa AQJ Tak Akan Habis 
    Survei: Tokoh Islam Tak Mampu Saingi Jokowi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.