Khamenei Bersumpah Lanjutkan Program Nuklir Iran  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ayatollah Ali Khamenei. REUTERS/Leader.ir/Handout

    Ayatollah Ali Khamenei. REUTERS/Leader.ir/Handout

    TEMPO.CO, Teheran - Pemimpin Agung Iran, Ayatollah Ali Khamenei, bersumpah negaranya akan tetap melanjutkan program nuklir. Hal tersebut disampaikan dalam sebuah pidato di tengah pembicaraan krusial di Jenewa tentang perselisihan dalam soal program nuklir Iran.

    Dalam sebuah pidato di televisi yang jarang dilakukan, Rabu, 20 November 2013, Khamenei mengatakan, para komandan pasukan Basij --sebuah kelompok relawan kaum muda Iran-- tidak akan mundur sejengkal pun demi kepentingan negaranya.

    "Saya akan tetap mempertahankan sekuat tenaga hak-hak bangsa Iran, termasuk hak (mengembangkan) nuklir," ujar Khamenei. Dia menerangkan, "Saya juga tidak akan mundur selangkah pun dari hak-hak bangsa Iran."

    Khemenei mengatakan lagi, para juru runding Iran harus menghormati batasan ini ketika mereka melakukan perundingan masalah nuklir dengan "musuh dan penentangnya".

    Pernyataan keras Khamenei itu disampaikan beberapa jam sebelum para diplomat dari Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Cina, Rusia, dan Jerman membuka babak baru pembicaraan dengan juru runding Iran di Jenewa.

    Iran telah menandatangani perjanjian nonproliferasi yang berisi tentang hak setiap negara untuk memiliki teknologi nuklir demi kepentingan sipil dan tidak mengembangkannya menjadi senjata nuklir.

    Namun demikian, Iran dinilai oleh Badan Pengawas Nuklir PBB, IAEA, telah melanggar perjanjian lantaran melakukan sejumlah hal, seperti tidak melaporkan kegiatan dan tak mengizinkan tim inspeksi PBB melakukan kunjungan.

    Dewan Keamanan PBB kembali meningkatkan sanksi terhadap Iran sehinga menimbulkan kelumpuhan ekonomi. Pertemuan Jenewa merupakan jalan untuk menghapus sanksi ekonomi, dengan syarat Iran harus meninggalkan program nuklirnya.

    AL-JAZEERA | CHOIRUL

    Baca juga:
    Politikus Australia: Marty Mirip Bintang Porno
    Politikus Australia Mencibir SBY
    Indonesia Pernah Tarik Dubes dari Australia 2006
    Bocah 8 Tahun, Janda Termuda di Dunia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.