Duta Besar RI untuk Australia Laporkan Penyadapan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Duta Besar Indonesia untuk Australia, Nadjib Riphat Kesoema. Anu.edu.au

    Duta Besar Indonesia untuk Australia, Nadjib Riphat Kesoema. Anu.edu.au

    TEMPO.COJakarta – Duta Besar Indonesia untuk Australia, Nadjib Riphat Kesoema, melaporkan perkembangan terbaru terkait penyadapan yang dilakukan Negeri Kanguru kepada Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa, Rabu pagi, 20 November 2013, sebelum menyampaikan langsung kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

    “Kami membahas situasi yang terjadi dan perkembangan di Australia,” kata Marty kepada sejumlah wartawan yang sudah menunggu sejak dinihari di kantor Kementerian Luar Negeri.

    “Kami akan melaporkan situasi perkembangan terakhir secara menyeluruh kepada Presiden,” kata Dubes Nadjib.

    Baik Menlu Marty maupun Dubes Nadjib tidak mengungkapkan detail pembahasan maupun perkembangan terkini yang dimaksudkan.

    Indonesia menarik duta besarnya dari Australia sebagai protes keras atas terungkapnya aksi penyadapan yang dilakukan terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Ani Yudhoyono, dan sejumlah pejabat tinggi, termasuk Jusuf Kalla pada Agustus 2009.

    Dubes Nadjib langsung berangkat menuju Jakarta dengan pesawat secepatnya, tanpa staf dan membawa sebuah koper besar bersama tas kabin. Dubes Nadjib tiba di Jakarta sekitar pukul  19.20, setelah melalui perjalanan panjang menggunakan pesawat Virgin Air ke Sydney dan mendapatkan tiket Singapore Airlines menuju Jakarta, dengan transit satu jam di Singapura.

    NATALIA SANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.