Kedutaan Iran di Beirut Dihantam Bom, 23 Tewas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jenazah mendiang Ayatullah Muhammad Hussein Fadlallah, ulama besar Syiah di Libanon.

    Jenazah mendiang Ayatullah Muhammad Hussein Fadlallah, ulama besar Syiah di Libanon.

    TEMPO.CO, Beirut - Sedikitnya 23 orang tewas termasuk atase kebudayaan Iran menyusul dua ledakan bom di dekat Kedutaan Besar Iran di Beirut, Lebanon, Selasa, 19 November 2013. Koresponden Al Arabiya di Beirut melaporkan, jeda antara dua ledakan itu berkisar 2 menit.

    Dalam gambar dari kamera petugas keamanan menunjukkan seorang lelaki berlari menuju keluar tembok Kedutaan Besar Iran di Beirut sebelum meledakkan diri. "Ledakan itu disusul ledakan kedua," kata petugas keamanan Lebanon.

    Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, ledakan itu mengakibatkan setidaknya 146 orang cedera. "Hampir seluruh korban tewas adalah warga sipil," kata koresponden Al Arabiya di Beirut, Adnan Ghalmoush.

    Media siaran setempat menampilkan gambar asap hitam membumbung dari gedung kedutaan. Gambar-gambar mengerikan dari para korban yang cedera juga disiarkan televisi.

    "Aksi terorisme berdarah dingin ini menewaskan orang-orang tak berdosa," ujar bekas Menteri Pertahanan Albert Mansour kepada Al Arabiya News. "Serangan ini menambah siraman minyak ke api permusuhan sektarian yang berlangsung di negeri antara Syiah dan Sunni."

    Seorang sumber keamanan mengatakan kepada kantor berita Reuters, ia menolak kabar sebelumnya yang menyebutkan bahwa ledakan itu akibat serangan roket. "Ledakan itu berasal dari bom mobil," ucapnya.

    Ledakan dua bom itu terjadi di daerah yang ditinggali oleh mayoritas kaum Syiah Lebanon dari gerakan Hezbollah. Kelompok ini merupakan sekutu utama Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam perang sipil. Namun demikian, ledakan ini tak begitu jelas apakah ada kaitannya dengan perang saudara di Suriah.

    AL ARABIYA | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.