Prancis Tak Akan Biarkan Iran Punya Senjata Nuklir  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Perancis, Francois Hollande. (AP Photo/Darko Bandic)

    Presiden Perancis, Francois Hollande. (AP Photo/Darko Bandic)

    TEMPO.CO, Yerusalem - Presiden Prancis Francois Holloande mengatakan di depan anggota parlemen Israel bahwa negaranya tak bakal membiarkan Iran memiliki senjata nuklir. "Hal itu dapat mengancam keamanan Israel dan kawasan (Timur Tengah)," ujarnya, Senin, 18 November 2013.

    Tempik sorak langsung membahana di ruang parlemen Israel saat Hollande mengucapkan kalimat tersebut. Hollande melanjutkan, "Kami akan terus mengawal sanksi terhadap Iran sepanjang kami yakin bahwa Iran telah meninggalkan program persenjataan nuklirnya."

    Koresponden Al Jazeera, Mike Hanna, yang melaporkan dari Yerusalem, mengatakan pernyataan Hollande tentang Iran merupakan sebuah lagu merdu di telinga warga Israel. Tapi, mengenai Palestina, Hollande mengatakan bahwa Yerusalem harus menyiapkan ibu kota masa depan untuk Israel dan Palestina.

    "Posisi Prancis adalah merundingkan sebuah negara Israel dan Palestina dengan Yerusalem sebagai ibu kota negara yang hidup berdampingan secara damai," katanya.

    Sebelumnya, Hollande mendesak Israel menghentikan pembangunan perumahan di tanah yang diperebutkan itu. "Prancis meminta Israel menghentikan sepenuhnya aktivitas di daerah pendudukan," kata Holande di Ramallah dalam sebuah jumpa pers bersama Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

    AL JAZEERA | CHOIRUL

    Terpopuler
    Menlu Tarik Dubes Indonesia di Australia
    KPK Beri Isyarat Ratu Atut Terseret Kasus Korupsi
    Diperiksa KPK 17 Jam, Kasir Suami Airin Pucat
    Kicauan Lengkap SBY di Twitter Soal Penyadapan 
    Begini Kisah Klub Swinger di Jakarta  



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar TNI-Polri yang Pernah Menjabat sebagai Plt Gubernur

    Penunjukan anggota TNI-Polri menjadi Plt Gubernur sudah sempat terjadi beberapa kali. Penunjukan itu diputuskan oleh Mendagri saat itu, Tjahjo Kumolo.