Eropa Akan Bolehkan Hidupkan Ponsel di Pesawat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi larangan ponsel di dalam pesawat. Onetravel.com

    Ilustrasi larangan ponsel di dalam pesawat. Onetravel.com

    TEMPO.CO, Koln - Regulasi penerbangan sipil selama ini masih melarang penumpang menghidupkan perangkat elektronik seperti telepon genggam saat pesawat lepas landas dan mendarat. Namun, sebentar lagi, Eropa melonggarkan peraturan ini, menyusul kebijakan yang ditempuh Amerika Serikat.

    Badan Keselamatan Penerbangan Eropa (EASA) sudah menerbitkan petunjuk yang mengatakan peralatan elektronik kini boleh digunakan sejak lepas landas hingga mendarat. "Ini merupakan langkah besar dalam proses perluasan kebebasan untuk menggunakan peralatan elektronik pribadi di dalam pesawat, tanpa mengganggu keselamatan," kata Direktur Eksekutif EASA Patrick Ky, seperti dilansir BBC, Jumat, 15 November 2013.

    Meskipun begitu, EASA menetapkan bahwa peralatan harus dalam status 'moda penerbangan', yang artinya penumpang tidak bisa menerima pesan suara maupun teks. Hal itu untuk mencegah kemungkinan bercampurnya gelombang radio dengan peralatan penerbangan di ruang kemudi.

    Biar pun begitu, langkah ini merupakan kemajuan yang diperkirakan bisa mengarah pada penggunaan sepenuhnya peralatan elektronik pribadi tersebut. Petunjuk EASA ini berlaku untuk semua pesawat yang dikelola oleh maskapai penerbangan Eropa dan kemungkinan akan mulai diterapkan bulan Desember.

    Oktober lalu, otoritas penerbangan Amerika Serikat mengizinkan penggunaan telepon genggam dan peralatan elektronik lainnya saat lepas landas dan mendarat. Kebijakan itu diambil setelah kajian mempelihatkan bahwa sebagian besar pesawat terbang komersil bisa mengatasi gelombang radio dari peralatan elektronik pribadi seperti itu.

    AMIRULLAH | BBC


    Topik Terhangat

    Korupsi Hambalang
    | Topan Haiyan | SBY Vs Jokowi | Dinasti Atut | Adiguna Sutowo

    Berita Terpopuler
    Polisi: Agen MI6 yang Tewas di Tas, Itu Kecelakaan 

    Inilah Lima Teori Konspirasi Pembunuhan JFK 

    Agen Israel Itu Semula Akan Dipenjara 10 Tahun

    Filipina : Korban Tewas Haiyan 4 Ribu Jiwa 

    Saudi Lebih Dekat dari Iran untuk Miliki Nuklir  




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.