Takut Ditangkap, Sopir Tangki Air Jeddah Mogok Kerja

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas saat menurunkan bantuan logistik bagi 7.885  TKI  overstayer yang ditampung sementara di tarhil Shumaisi, Jeddah (5/11). Istimewa/Konjen RI Jeddah

    Petugas saat menurunkan bantuan logistik bagi 7.885 TKI overstayer yang ditampung sementara di tarhil Shumaisi, Jeddah (5/11). Istimewa/Konjen RI Jeddah

    TEMPO.CO, Jeddah – Krisis air mengancam kota pelabuhan Jeddah lantaran banyak sopir tangki air yang mogok kerja karena takut ditangkap, Kamis, 7 November 2013. Banyak sopir tangki yang melanggar status imigrasi, padahal masa amnesti pemerintah Saudi sudah berakhir 3 November 2013 lalu.

    Para pengemudi mengatakan banyak di antara mereka yang tidak bekerja pada sponsor asal. Mereka berusaha memperbaiki status selama periode amnesti, tetapi masih terbelit sengketa dengan sponsor dan belum dapat sponsor baru.

    “Truk ini milik saya, tetapi terdaftar dengan nama sponsor saya. Saya membayarnya 2.000 riyal tiap bulan,” kata salah seorang pengemudi bernama Noor Ali. “Sponsor saya sudah tutup, dan dia minta saya untuk mencari sponsor lain, tapi sampai saat ini belum dapat.”

    Nasser Ali, sopir asal Pakistan, mengaku sudah bekerja sebagai sopir tangki selama lebih dari 10 tahun, tapi belum pernah mendapatkan sponsor asli. Rekannya, Muhammad Farouq, mengatakan lebih dari 60 persen sopir pusat distribusi air tidak bekerja pada sponsor asli.

    “Mereka juga berhenti bekerja atas permintaan sponsor sebelumnya karena belum ada penyelesaian masalah,” katanya.

    Harun, seorang sopir asal Somalia, mengatakan sponsornya meminta dia mencari sponsor baru, yang dia tidak dapatkan. “Karena itu, saya harus berhenti bekerja untuk saat ini,” ia menambahkan.

    Saleh dan Hazem Al-Shahri, warga Saudi, mengaku kaget melihat banyaknya truk yang diparkir di dalam perusahaan ketika mereka pergi ke pusat pendistribusian air Al-Faisaliyah. Keduanya meminta penyelesaian masalah tersebut secepatnya sebelum memburuk.

    Lt. Muhammad Al-Hussein, juru bicara Departemen Paspor Jeddah, mengatakan pasukan keamanan akan mengunjungi seluruh fasilitas tanpa kecuali, termasuk Perusahaan Air Nasional, untuk menangkap para pelanggar dokumen keimigrasian.

    Seorang sumber dari pusat distribusi air the Al-Faisaliyah mengatakan tidak ada hambatan dalam pengiriman air, dan jumlah sopir yang tidak berhasil memperbaiki statusnya sangat terbatas dan tidak berdampak pada kinerja pendistribusian air.

    ARAB NEWS | NATALIA SANTI

    Topik terhangat:
    Penembakan Satpam | SBY Versus Jokowi | Dinasti Banten | Roy Suryo Marah di Pesawat

    Berita lainnya:
    Kebencian Demokrat ke Jokowi Dinilai Menjadi-jadi 
    Kata Hakim Vica soal Isu Selingkuh dan Foto Syur 
    Hakim Vica: 15 Tahun Tak Dinafkahi Suami
    Diisukan Menikah Lagi, Ratu Atut: Astagfirullah
    Dipecat, Hakim Vica Tetap Dapat Gaji Pensiun
    Ratu Atut: Betapa Kejamnya Hukuman Media


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.