Libya Timur Deklarasikan Pemerintah Sendiri  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kantor Konsulat Amerika Serikat di Benghazi, Libya terbakar. REUTERS/Esam Al-Fetori

    Kantor Konsulat Amerika Serikat di Benghazi, Libya terbakar. REUTERS/Esam Al-Fetori

    TEMPO.CO, Tripoli - Libya terancam terbelah setelah Libya Timur mendeklarasikan pemerintah sendiri yang terpisah dari pemerintahan pusat. Deklarasi itu sebagai bentuk ancaman karena pemerintah dianggap gagal mempersatukan kekuatan pemberontak dan para pemimpin kepala suku setelah Muammar Qadhafi jatuh pada 2011.

    Para pemimpin gerakan persatuan bertemu pada Ahad, 3 November 2013, di kota kecil Ajdabiya. "Mereka menyatakan pemerintahan baru dengan nama Barqa atau Cyrenaica," ucap salah seorang peserta pertemuan yang tak disebutkan namanya.

    Sebuah stasiun televisi pro-kelompok ini menampilkan gambar kurang-lebih 20 menteri turut ambil bagian dalam pertemuan tersebut. Mereka tampil di sebuah podium dengan bendera Cyrenaica.

    Di antara yang bergabung dalam pertemuan tersebut adalah pemimpin suku pedalaman Ibrahim Jathran, bekas komandan Pasukan Pertahanan Petroleum Libya. Mereka juga menunjuk Abd-Rabbo al-Barassi, bekas komandan Angkatan Udara, sebagai Perdana Menteri.

    AL JAZEERA | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.