Militer Suriah Klaim Kuasai Kota di Aleppo  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    seorang pejuang perempuan dari Tentara pembebasan Suriah, Um Radwan berlari menghindar dari sniper tentara Suriah di distrik Bustan al-Basha, Aleppo, (3/10). REUTERS/Muzaffar Salman

    seorang pejuang perempuan dari Tentara pembebasan Suriah, Um Radwan berlari menghindar dari sniper tentara Suriah di distrik Bustan al-Basha, Aleppo, (3/10). REUTERS/Muzaffar Salman

    TEMPO.CO, Damaskus - Pasukan keamanan Suriah mengklaim menguasai kota strategis di sebelah barat daya Provinsi Aleppo, Kamis, 31 Oktober 2013, setelah hampir sebulan bertempur dengan pemberontak.

    Media Centre oposisi di Aleppo mengatakan, semenjak konfrontasi di Al-Safira, pasukan Presiden Bashar al-Assad menggunakan berbagai macam senjata.

    "Pasukan pemerintah berhasil menguasai kota strategis Safira setelah berhari-hari bertempur dan menembakkan senjata berat," Reuters mengutip kelompok pemerhati hak asasi manusia yang berbasis di London, Inggris, Syrian Observatory for Human Rights.

    Safira, sebuah kota di sebelah utara, berlokasi di jalan strategis yang dapat digunakan sebagaijalur menuju kawasan yang dikuasai pemerintah di Aleppo. Kota ini sebelumnya dikontrol oleh para pemberontak, termasuk dari unit-unit yang berafiliasi dengan Al-Qaidah.

    Observatory yang memiliki sumber-sumber informasi di Suriah tidak memberikan keterangan detail lebih lanjut dan belum ada tanggapan dari media milik pemerintah. Safira juga berlokasi dekat dengan situs program senjata kimia pemerintah.

    AL ARABIYA | CHOIRUL

    Berita populer:
    Adiguna Sutowo Pernah Menembak Kepala Penagih Bill
    Sejarah Kelam Adiguna di Malam Tahun Baru 2005
    Begini Cara Gubernur Jateng Hadapi FPI
    Roy Suryo Marah Lagi di Dalam Pesawat


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-Fakta Populernya NFT Ghozali Everyday, termasuk Takut Kecewakan Orang Tua

    Harga NFT selfie milik Ghozali meledak di OpenSea. Namun kreator Ghozali Everyday ini khawatir karyanya bisa membuat orang tuanya kecewa.