Arab Saudi Tangkap 12 Wanita Pengemudi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Change.org

    AP/Change.org

    TEMPO.CO Riyadh --  Pemerintah Arab Saudi menangkap selusin wanita yang menyetir meski telah diperingatkan bahwa mereka akan menghadapi hukuman.  Akun YouTube memuat lebih dari 50 video perempuan menyetir di berbagai kota di Arab Saudi termasuk ibukota Riyadh.

    Surat kabar lokal, Al Eqtisadiah, memberitakan sekitar 12 wanita ditangkap karena melanggar larangan mengemudi.

    Lima wanita ditangkap di Riyadh, tiga di Ahsa, dua di Damman dan dua di Jeddah.

    Dua wanita yang ditangkap di Jeddah berusia 50-an tahun, salah satunya ditemani sang anak berusia 14 tahun. Lebih dari 60 wanita mengklaim telah mengemudi, sebagai pemberontakan atas larangan  menyetir.

    Arab Saudi adalah satu-satunya negara di dunia yang melarang perempuan mengemudi. Meski tidak ada aturan spesifik  yang melarang perempuan menyetir, pemerintah tidak mengeluarkan surat izin mengemudi bagi wanita.

    Aktivis mengatakan para wanita yang mengemudi pada hari Sabtu mendapatkan surat izin dari luar negeri.

    Bulan Juni 2011, sekitar 40 wanita mengemudi di beberapa kota sebagai protes. Aksi tersebut memicu penangkapan seorang wanita setelah video yang menampilan dirinya menyetir diposting di internet. Seorang pengemudi wanita lainnya ditangkap kemudian dan divonis hukuman cambuk 10 kali. Namun Raja Arab Saudi, Abdullah mencabut hukuman tersebut.

    CHANNEL 4 | NATALIA SANTI

    Topik terhangat: Sultan Mantu | Misteri Bunda Putri | Gatot Tersangka | Suap Akil Mochtar | Dinasti Banten

    Berita terpopuler:
    Datang ke UGM, Jokowi 'Dikerjain' Rektor
    Daftar Tangan Kanan Adik Atut di Banten
    NASA Temukan Cahaya Aneh di Samudera Atlantik
    Soal SMS, Anas: Saya Yakin dari SBY
    4 Kelebihan iOS Dibanding Android


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.