FBI Curigai Diplomat Rusia Rekrut Mata-mata di AS  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Getty Images/Chip Somodevilla

    Getty Images/Chip Somodevilla

    TEMPO.CO, New York - FBI menduga kepala program pertukaran budaya Rusia di Washington merekrut anak muda Amerika Serikat sebagai mata-mata melalui pengaturan perjalanan mereka ke Rusia. Diplomat Rusia Yury Zaitsev, yang mengepalai program pertukaran di ibu kota AS, telah ditandai oleh otoritas Amerika sebagai kemungkinan perekrut mata-mata.

    Kebocoran tentang penyelidikan Zaitsev telah dipublikasikan oleh beberapa media AS, termasuk versi Internet dari Washington Post dan outlet media Mother Jones.

    Sumber-sumber yang tidak disebutkan namanya di FBI mengatakan kepada wartawan bahwa Zaitsev dan rekan-rekannya telah mengorganisasi kunjungan ke Rusia yang dibiayai itu untuk sekitar 130 warga Amerika. Sebagian besar yang mengikuti program ini adalah pekerja nirlaba, orang-orang bisnis, dan pembantu di bidang politik.

    FBI mengklaim kantor pusat telah mempersiapkan file mereka yang mengunjungi Rusia, dan ini berpotensi dapat membuka jalan untuk perekrutan mereka pada masa depan. Menurut Russia Today, 24 Oktober 2013, tidak disebutkan adanya bukti kuat yang mendukung kecurigaan ini, kecuali bahwa dalam kasus tertentu pihak Rusia menanggung biaya transportasi dan akomodasi mereka.

    Pemerintah Rusia menerima berita ini dengan bingung dan mengatakan bahwa "tuduhan itu tidak ada hubungannya dengan kenyataan." "Kami percaya bahwa publikasi media dan tindakan pemerintah AS tidak ramah dan ditujukan untuk memperparah situasi di bidang kerja sama kemanusiaan internasional," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia.

    Setelah adanya kejadian ini, diplomat Rusia menyatakan bahwa retorika Perang Dingin telah datang kembali dan menjadi bagian dari hubungan bilateral dua negara. "Ini memalukan bahwa Perang Dingin menggema dari waktu ke waktu dalam hubungan Rusia-Amerika," kata Zaitsev secara eksklusif kepada kantor berita Itar-Tass.

    Kata Zaitsev, layanan yang dipromosikan oleh Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Rusia itu "benar-benar terbuka" dan tidak kurang transparan dari program serupa oleh Amerika Serikat yang dipromosikan di Rusia. "Informasi lengkap mengenai program dan proyek kami dapat ditemukan di website kami," katanya (rs.gov.ru, dalam bahasa Rusia).

    Adapun agen FBI dilaporkan menginterogasi peserta program pertukaran, meminta mereka untuk menggambarkan kegiatan mereka selama di Rusia. Peserta program pertukaran yang dikonfirmasi Mother Jones mengakui telah menerima pemberitahuan resmi dari FBI soal Zaitsev dan aktivitasnya.

    Zaitsev sendiri menyebutkan investigasi yang sedang berlangsung itu "semacam perburuan." Dia menilai FBI "mengejar anak laki-laki dan perempuan" yang mengunjungi Rusia, menuntut mereka mengungkapkan apa yang mereka lakukan selama kunjungan ke sana. "Ada proses yang dilakukan untuk menciptakan ketakutan terhadap Rusia dalam masyarakat Amerika ... ini tidak dapat diterima," katanya.

    Juru bicara Biro Penyelidik Federal (FBI) AS, Jason Pack, menolak untuk mengomentari berita ini.

    Rusia Rossotrudnichestvo (Federal Agency for the Commonwealth of Independent States, Compatriots Living Abroad and International Humanitarian Cooperation), yang berkaitan dengan pertukaran budaya global, diciptakan tahun 2008 dan saat ini dipimpin oleh politikus dan diplomat Konstantin Kosachev. Badan ini memiliki wakil di 77 negara di 59 pusat-pusat khusus kebudayaan dan ilmu pengetahuan Rusia dan di 18 misi diplomatik nasional.

    RUSSIA TODAY | GUARDIAN | ABDUL MANAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.