NSA Terlibat Jauh dalam Program Serangan Drone CIA  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat tanpa awak X-47B terbang melintas di atas kapal induk USS George H. W. Bush, di Samudra Atlantic, lepas pantai Virginia, (15/5). Uji coba ini untuk mengetahui daya jelajah dan kemampuan tidak terdeteksi radar. REUTERS/Jason Reed

    Pesawat tanpa awak X-47B terbang melintas di atas kapal induk USS George H. W. Bush, di Samudra Atlantic, lepas pantai Virginia, (15/5). Uji coba ini untuk mengetahui daya jelajah dan kemampuan tidak terdeteksi radar. REUTERS/Jason Reed

    TEMPO.CO, Washington - Pengungkapan atas program rahasia yang dilakukan badan intelijen Amerika Serikat, National Security Agency (NSA), terus berlanjut. Laporan terbaru Washington Post menyebutkan, NSA diketahui terlibat jauh dalam program pembunuhan bersama dinas rahasia Central Intelligence Agency (CIA) yang ditargetkan melalui serangan pesawat tanpa awak (drone). Laporan terbaru ini berdasarkan informasi dari dokumen yang diberikan oleh mantan analis NSA, Edward Snowden.

    Dokumen itu memberi satu contoh, yakni adanya pencegatan satu email yang dikirim oleh istri Hassan Ghul yang menjadi celah pengungkapan persembunyian suaminya itu. Informasi dari email itu juga menjadi petunjuk bagi CIA untuk menyerangnya dengan drone sehingga membuatnya terbunuh di Pakistan, Oktober 2012 lalu. Hassan Ghul diyakini sebagai orang yang dekat dengan pemimpin Al-Qaeda, Usamah bin Ladin.

    Saat mengutip dokumen Snowden soal ini, Washington Post mengaku tak menyiarkan banyak rincian tentang serangan drone karena adanya permintaan dari pejabat intelijen AS. Mereka menyebut soal adanya potensi kerusakan bagi operasi yang sedang berlangsung dan keamanan nasional AS sebagai alasan permintaan mereka, tulis Washington Post.

    Dokumen Snowden itu memberi gambaran jelas bahwa serangan drone yang dioperasikan CIA sangat bergantung pada kemampuan NSA dalam menyedot sejumlah besar email, panggilan telepon, dan potongan sinyal intelijen, yang juga dikenal sebagai SIGINT (signal intelligence), tulis suratkabar itu .

    NSA menciptakan unit rahasia bernama Counter-Terrorism Mission Aligned Cell, atau CT MAC, untuk memusatkan sumber daya badan tersebut pada pencarian target teroris yang sulit diketahui. Tapi, dokumen yang diberikan Snowden tidak menjelaskan bagaimana email Hassan Gul itu didapatkan.

    Menurut Washington Post, AS tidak pernah secara terbuka mengakui membunuh Hassan Ghul. Operator Al-Qaeda itu ditangkap Amerika pada 2004. Informasi dari dirinya membantu AS menemukan Usamah bin Ladin setelah jaringan kurirnya diketahui. Bin Ladin akhirnya tewas saat pasukan khusus AS, Navy SEALs menyerbu persembunyiannya di Abbotabad, Pakistan, 1 Mei 2011 lalu.

    Usai ditangkap tahun 2004, Ghul dijebloskan ke penjara rahasia CIA selama dua tahun. Ia kembali ke Al-Qaeda setelah AS mengembalikannya ke Pakistan tahun 2006. Tahun 2011, Departemen Keuangan AS memasukkan Ghul dalam daftar hitam karena membantu Al-Qaeda membangun jaringan logistik dan memungkinkan organisasi ini memindahkan orang dan uang keluar masuk Pakistan.

    Dalam dokumen NSA itu, kata Washington Post, Ghul dideskripsikan sebagai kepala operasi militer Al-Qaeda. Selain itu ada pula rincian tentang upaya pengintaian yang luas untuk menemukan Ghul.

    CBS NEWS | ABDUL MANAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.