16 WNI Ditemukan Terlunta-lunta di Arab Saudi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua TKI yang overstayers dan terlantar di kolong jembatan Khandara, Jedah, Arab Saudi, tiba kembali di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, (14/2). ANTARA/Ismar Patrizki

    Dua TKI yang overstayers dan terlantar di kolong jembatan Khandara, Jedah, Arab Saudi, tiba kembali di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, (14/2). ANTARA/Ismar Patrizki

    TEMPO.CO, Riyadh – Sebanyak 16 warga Indonesia yang diduga pekerja rumah tangga ditemukan terlunta-lunta di sebuah daerah terpencil di antara Riyadh dan Mekah, Rabu lalu. Mereka diselamatkan warga Saudi yang tengah berkendara di wilayah itu.

    “Saya terkejut melihat pemandangan sekelompok wanita di wilayah yang sangat terpencil itu, lalu mengarahkan mobil saya ke arah mereka,” kata Abdul Rahman Al Harbi, warga Arab Saudi yang menemukan mereka seperti dilansir Al-Jazeera kemarin, 16 Oktober 2013.

    Ke-16 WNI yang diselamatkan semuanya perempuan, salah satu di antaranya membawa bayi berusia sekitar dua bulan. Salah seorang WNI mengatakan mereka tidak punya dokumen resmi dan telah ditipu oleh oknum yang berjanji mengantarkan mereka dari Riyadh ke Mekah.

    “Namun dia malah menurunkan mereka di wilayah terpencil itu lalu kabur. Mereka tidak punya alat komunikasi apa pun. Saya menelepon patroli jalan raya yang kemudian mengurusi mereka,” kata Abdul Rahman.

    Para penyelundup biasanya menggunakan musim haji untuk memasukkan tenaga kerja ke Arab Saudi. Mereka menawarkan jasa transportasi ke Mekah dengan imbalan yang tinggi.

    Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Gatot Abdullah Mansyur, ketika dihubungi Tempo mengatakan akan mencari tahu identitas WNI tersebut. Ia menyebut kejadian seperti itu kerap terjadi. Dia mengaku lega mengetahui ke-16 WNI sudah dalam penanganan polisi. “Kalau sudah ditangani polisi, aman. Kecuali kalau mereka dibawa oleh WNI lainnya, itu yang tidak jelas,” kata Gatot.

    Menurut dia, KBRI Riyadh bekerja sama dengan Kepolisian Arab Saudi. Setiap minggunya, mereka menerima laporan kejadian dari kepolisian setempat terkait WNI yang mereka tangkap. “Pihak KBRI kemudian akan memilah-milah mana yang menjadi prioritas dan melakukan kunjungan ke penjara-penjara yang dimaksud,” tambahnya.

    GULF TIMES | NATALIA SANTI

    Berita Terpopuler
    Sutarman Mengaku Ditekan soal Novel Baswedan
    Ani Yudhoyono Marah di Instagram, Pakai Kata Bodoh
    Gatot Diduga Membunuh Holly karena Alasan Ini
    Detik-detik Pembunuhan Holly Angela Versi Polisi
    Raih Anti-Corruption Award, Ini Reaksi Ahok
    Setahun Gubernur: Ini Kisah-kisah Lucu Jokowi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.