16 WNI Masih Ditahan di AS

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta: Indonesia tetap memberikan bantuan kekonsuleran kepada 23 warga negara Indonesia (WNI) yang dituduh melakukan pemalsuan dokumen imigrasi. Menurut Marty, dari 23 WNI tersebut sebanyak 16 orang saat ini berada di dalam tahanan dan 7 orang lain menjalani tahanan luar. "Mereka membayar denda jaminan, sedangkan 16 orang tersebut sudah menjalani proses hearing (proses peradilan federal Amerika)," ungkap Marty Natalegawa, Juru Bicara Departemen Luar Negeri, Marty Natalegawa dalam konfrensi pers di Jakarta, Jumat (3/12). Selain itu, lanjut Marty, kedutaan RI (KBRI) telah meminta akses untuk menemui WNI yang ditahan kepada pemerintah Amerika Serikat. "Mereka kelihatan lelah dan kurang mengerti apa yang terjadi," katanya. KBRI telah mengeluarkan surat edaran resmi yang meminta WNI agar tidak mudah menerima iming-iming pembuatan dokumen imigrasi ilegal. Sebab, jika tertangkap oleh pemerintah AS hukumannya sangat berat, yaitu penjara antara 3-25 tahun.Mengenai nasib 2 ribu WNI lain yang menggunakan jasa mereka (yang menggunakan jasa pemalsuan dokumen imigrasi oleh sindikat tersebut), Marty menjelaskan mereka hanya akan dijadikan saksi, karena hanya korban dari sindikat tersebut. evy flamboyan

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.