Jumat, PM India Berkunjung ke Indonesia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Manmohan Singh. (AP Photo/Saurabh Das)

    Manmohan Singh. (AP Photo/Saurabh Das)

    TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri India Manmohan Singh akan berkunjung ke Jakarta, 10-11 Oktober 2013. Manmohan akan bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Jumat, 11 Oktober 2013. Kunjungan ini merupakan balasan atas kunjungan SBY ke India pada Hari Kemerdekaan India Januari 2011. Kedua kepala negara akan menggelar pembicaaran dalam rangka meningkatkan hubungan di bidang ekonomi dan budaya, kerja sama pertahanan, serta hubungan antarwarga dua negara. "Indonesia merupakan mitra penting bagi India. Kami berharap kerja sama ini terus meningkat," kata Duta Besar India untuk Indonesia, Gurjit Singh, Rabu, 9 Oktober 2013.

    Dia menambahkan Manmohan akan didampingi Menteri Perdagangan, Industri, dan Tekstil India Anand Sharma dan puluhan delegasi dari sejumlah perusahaan besar di India. Menurut Gurjit, akan digelar pertemuan antara CEO India dan CEO Indonesia dengan melibatkan Kamar Dagang kedua negara. Rencananya, pertemuan ini akan digelar besok. Perusahaan India memiliki minat investasi pada bidang infrastruktur, listrik, tekstil, otomotif, pertambangan, manufaktur, dan perbankan. "Kami akan mencari peluang dan menambah investasi di Indonesia," katanya.

    Kerja sama perdagangan kedua negara terus meningkat sejak 2005. Menurut Gurjit, perdagangan bilateral kedua negara mencapai US$ 20 miliar dari 2012-2013. Bahkan, kedua negara telah memasang target volume perdagangan bisa digenjot US$ 25 miliar pada 2015. India adalah pembeli terbesar produk batu bara dan minyak kelapa sawit. Sementara Indonesia membutuhkan minyak bumi, bahan kimia, otomotif, dan mesin. Dalam perdagangan itu, Indonesia telah mencapai surplus mencapai US$ 8 juta.

    India juga akan meningkatkan kerja sama di bidang pertahanan. Menteri Pertahanan India Raksha Mantri telah berkunjung ke Indonesia pada Oktober tahun lalu. Menurut Gurjit, kerja sama itu terkait dengan upaya dalam mengatasi aksi kriminal, perjanjian ektradisi, dan mengembangkan kesepakatan soal pengiriman orang. Namun, dia enggan menjelaskan detail agenda. "Kedua negara akan meningkatkan kerjasama dan menandatangi sejumlah kesepakatan," ujarnya.

    EKO ARI

    Berita Terpopuler
    Mercedes Rp 2 Miliar Akil Diatasnamakan Sopirnya
    Biaya Akomodasi Airin Sekolah di Harvard
    Adik Atut Pernah Diincar KPK pada 2007
    Sidang Disiarkan Live, Majelis Kehormatan MK Marah
    Lewat 5 Perusahaan, Airin & Keluarga Main Proyek


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selamat Jalan KPK

    Berbagai upaya melemahkan posisi KPK dinilai tengah dilakukan. Salah satunya, kepemimpinan Firli Bahuri yang dinilai membuat kinerja KPK jadi turun.