Peringati Perang Arab-Israel, 51 Orang Tewas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga Mesir mengibarkan bendera nasional di Lapangan Tahrir di Kairo, Mesir, untuk merayakan kemenangan Mohammed Morsi, dalam pemilihan presiden Mesir, Minggu (24/6). AP/Amr Nabil

    Seorang warga Mesir mengibarkan bendera nasional di Lapangan Tahrir di Kairo, Mesir, untuk merayakan kemenangan Mohammed Morsi, dalam pemilihan presiden Mesir, Minggu (24/6). AP/Amr Nabil

    TEMPO.CO, Kairo - Sedikitnya 51 orang dikabarkan tewas menyusul bentrok antara petugas keamanan dan pendukung Al Ikhwan Al Muslimun di Mesir saat memperingati 40 tahun Perang Arab-Israel, Ahad, 6 Oktober 2013.

    Aksi kekerasan itu bermula ketika loyalis Presiden Mesir Muhamad Mursi yang digulingkan militer pada 3 Juli 2013 mencoba berkumpul di Lapangan Tahrir, Kairo, Ahad, 6 Oktober 2013. Upaya mereka dihalau aparat keamanan sehingga bentrokan fisik tak terelakkan yang menyebabkan jatuh korban tewas dan luka-luka.

    Menurut juru bicara Kementerian kesehatan, kekerasan tersebut mengakibatkan setidaknya 46 orang tewas di Kairo, sedangkan lima lainnya tewas di selatan ibu kota. Adapun 268 orang lainnya cedera.

    Mostafa Ramadan, seorang pengunjuk rasa anti-kudeta dan mahasiswa Universitas Al-Azhar di Kairo, dalam aksi tersebut menderita luka-luka pada bagian kepala setelah dihantam batu dan kena popor bedil.

    "Kami berjalan kaki dengan damai dari kawasan Mohandesseen di Giza ketika kami bertemu dengan pasukan kepolisian yang sedang menunggu kami di bawah jembatan," kata Ramadan kepada koresponden Al Jazeera yang tak bisa disebutkan namanya demi keamanan.

    "Kami katakan bahwa kami ingin damai, tetapi mereka menghardik kami dan mulai menembakkan gas air mata ke arah kami serta menembak dengan peluruh tajam," Ramadan menjelaskan.

    Kantor Kementerian Dalam Negeri mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kepolisian telah menahan 423 pengunjuk rasa di Kairo. "Mereka melakukan vandalisme dan menembakkan peluru tajam dan senapan angin."

    AL JAZEERA | CHOIRUL


    Terhangat
    Ketua MK Ditangkap | Dinasti Banten | APEC | Info Haji |Pembunuhan Holly Angela

    Terpopuler
    5 Tuntutan Jawara Banten Terkait Ratu Atut
    Silsilah Dinasti Banten, Abah Chasan dan Para Istri
    Beredar, Surat dari Akil Mochtar ke MK
    Soal Ratu Atut, Jawara Banten 'Tantang' KPK
    Akal-akalan Putusan Akil, Wani Piro?




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.