Presiden Barack Obama Akhirnya Batal ke KTT APEC  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Amerika Serikat Barack Obama, duduk di sebelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat rapat meja bundar di Pertemuan G-20 summit di St. Petersburg, Rusia (5/9). (AP Photo/Sergei Karpukhin, Pool)

    Presiden Amerika Serikat Barack Obama, duduk di sebelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat rapat meja bundar di Pertemuan G-20 summit di St. Petersburg, Rusia (5/9). (AP Photo/Sergei Karpukhin, Pool)

    TEMPO.CO, Denpasar - Presiden Amerika Serikat Barack Obama akhirnya tak bisa menghadiri acara Asia Pacific Economic Conference (APEC) di Bali, 1-8 Oktober 2013. Soal ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa, Jumat pagi, 4 Oktober 2013.

    "Presiden Barack Obama tidak dapat menghadiri APEC 2013. Ketidakhadiran Presiden Obama disampaikan melalui telepon kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada pukul 08.15 pagi ini," kata Marty di sela-sela pertemuan tingkat menteri APEC di Laguna, Nusa Dua, Bali.

    "Presiden Obama menyatakan tak bisa menghadiri APEC karena akan membahas anggaran lebih mendalam di negaranya. Untuk itu, delegasi AS di APEC dan di semua pertemuan akan diwakili oleh Menteri Luar Negeri AS John Kerry," kata Marty.

    Sebelum terjadi krisis yang berujung pada ditutupnya sejumlah layanan (shutdwon) pemerintah federal AS mulai 1 Oktober 2013, Obama sudah memastikan akan menghadiri KTT APEC serta mengagendakan kunjungan ke Malaysia dan Filipina. Namun, setelah terjadi krisis anggaran akibat tak bisa disahkannya anggaran belanja federal oleh DPR dan Senat, Obama membatalkan perjalanannya ke Asia, termasuk kini ke KTT APEC.

    Krisis politik di AS bermula dari tak ditemukannya kompromi soal anggaran belanja federal hingga tenggat 30 September lalu. Republik hanya bersedia menyetujui undang-undang belanja itu jika Obama menunda setahun pelaksanaan Patient Protection and Affordable Care Act of 2010--yang akrab disebut Obamacare. Obama dan Demokrat menolak proposal ini, yang mengakibatkan undang-undang belanja federal tak disepakati.

    Dampak dari tak disahkannya anggaran belanja federal ini, Gedung Putih meminta badan federal menjalankan rencana daruratnya, yaitu merumahkan sekitar 700 ribu pegawai tanpa digaji serta menutup layanan yang dianggap kurang penting.

    NATALIA SANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.