Jet Tempur Suriah Gempur Sekolah Dasar, 12 Tewas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi tempat tinggal pengungsi Suriah yang kumuh dari rerntuhan bangunan kuno di Kafer Rouma, Suriah, (27/9). Warga pengungsi Suriah menempati tempat ini karena tempat tinggalnya sedang terjadi genjatan senjata. (AP Photo)

    Kondisi tempat tinggal pengungsi Suriah yang kumuh dari rerntuhan bangunan kuno di Kafer Rouma, Suriah, (27/9). Warga pengungsi Suriah menempati tempat ini karena tempat tinggalnya sedang terjadi genjatan senjata. (AP Photo)

    TEMPO.CO, Damaskus - Sedikitnya 12 orang, hampir seluruhnya siswa sekolah, dilaporkan tewas dalam serangan udara pasukan pemerintah Suriah terhadap sebuah sekolah dasar di Kota Raqqa. Demikian keterangan kelompok oposisi, Ahad, 29 September 2013.

    Video amatir yang disebut direkam pada Ahad, 29 September 2013, di Raqqa, timur laut Suriah menunjukkan beberapa korban tewas berlumuran darah tergeletak di lapangan. "Beberapa di antara tubuh korban robek di bagian tengah."

    Sejumlah aktivis oposisi yang berbasis di Raqqa, kota yang dihuni sekitar 250 ribu penduduk, mengatakan, akibat gempuran udara pasukan Suriah, sekitar 30 orang cedera. Namun demikian, Al Jazeera belum bisa mendapatkan konfirmasi dari pemerintah Suriah terkait kebenaran laporan mengenai serangan udara yang menyebabkan lebih dari 12 orang tewas ini.

    Raqqa selama ini berada di bawah kontrol para pejuang yang ingin mendongkel kekuasaan Presiden Bashar al-Assad sejak Maret 2011. Akibatnya, kota tersebut menjadi sasaran hantaman udara pasukan pemerintah.

    Agak jauh ke selatan, pasukan Assad bergerak melesakkan sejumlah mortir di dekat perbatasan Ramtha di Deraa yang berjarak hanya beberapa kilometer dari wilayah Yordania, Ahad, 29 September 2013, sehari setelah pemberontak termasuk kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan al-Qaeda menguasai daerah ini.

    Sebelum terjadi pemberontakan, Maret 2011, Ramtha merupakan pos bea cukai di perbatasan Yordania. Koresponden Al Jazeera, Nasser Shadid, melaporkan dari Deraa, jalur menuju perbatasan saat ini dikuasai oleh para pemberontak, sedangkan kawasan di sekitarnya masih dikontrol oleh pasukan pemerintah. "Bentrokan kedua pasukan masih terus berlangsung," lapor Shadid.

    AL JAZEERA | CHOIRUL

    Terpopuler
    Megawati: Mbok Jangan Terlalu Tegang Dik Jokowi
    Jusuf Kalla Dukung Lurah Susan
    Mega: Gaji Pak Jokowi dan Ganjar Berapa?
    Pesawat Buatan Habibie Diluncurkan 2016
    Megawati Isengi Sultan Yogya dengan Gigi Palsu

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.