Serangan Kenya Bukti Al-Shabaab 'Naik Kelas'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melihat dari jauh sebuah pusat perbelanjaan yang telah dikepung oleh pasukan militer karena didalamnya terdapat sejumlah militan Somalia yang menyandera warga di Nairobi, Kenya, (23/9). (AP Photo/Ben Curtis)

    Warga melihat dari jauh sebuah pusat perbelanjaan yang telah dikepung oleh pasukan militer karena didalamnya terdapat sejumlah militan Somalia yang menyandera warga di Nairobi, Kenya, (23/9). (AP Photo/Ben Curtis)

    TEMPO.CO, Nairobi - Serangan Al-Shabaab atas sebuah mal di Nairobi, Kenya, menyejutkan para pengamat kontraterorisme. Menurut CNN, hal ini karena keberanian, skala, dan perencanaan yang canggih menjadi motor serangan itu. "Pilihan sasaran dan metode serangan tepat, sesuai dengan pedoman al Qaeda yang baru," tulis CNN dalam analisisnya.

    Beberapa ahli kontraterorisme terkejut bahwa kelompok yang berasal dari Somalia ini melancarkan serangan  di ibukota Kenya. Sebelumnya kelompok ini telah mengancam untuk membalas dendam sejak pasukan Kenya memasuki jantung Al-Shabaab di Somalia selatan. Namun selama ini, serangan dilakukan dengan skala kecil, sering dengan granat tangan, dan seringkali gagal. September tahun lalu, pemerintah Kenya mengatakan mereka telah mengganggu plot utama untuk menyerang ruang publik di Nairobi yang sudah berada dalam tahap akhir perencanaan. Pihak berwenang juga berhasil memutus rencana kelompok ini untuk menyerang turis Barat di kota itu pada akhir tahun 2007.

    Tetapi yang paling mencemaskan, serangan atas Westgate Mall - yang mengingatkan pada serangan di Mumbai India pada tahun 2008 - menunjukkan bahwa kelompok ini sudah 'naik kelas' dalam melakukan serangan. "Al-Shabaab telah menunjukkan kemampuan untuk menyerang di luar Somalia ke tingkat yang baru," tulis CNN.

    Serangan terhadap Westgate Mall dimulai Sabtu, melibatkan 10 orang atau lebih penyerang bersenjata berat, menggunakan beberapa jalur masuk untuk mengepung tempat yang populer di lingkungan kelas atas negeri di Afrika itu. Serangan itu kemudian berkembang menjadi penyanderaan dan berhasil mengumpulkan publisitas maksimum.

    Dari Kenya dilaporkan aparat keamanan menyatakan telah mengambil alih mal dari tangan teroris. Mereka mengklaim berhasil membunuh dua penyerang dan telah sepenuhnya menguasai tiap lantai bangunan ini.

    Sejauh ini masih belum jelas berapa jumlah penyerang yang masuk dalam mal itu. Namun Menteri Dalam Negeri, Joseph Ole Lenku, menyatakan jumlah mereka "sangat sangat sedikit".

    Palang Merah Kenya menyatakan sedikitnya 62 orang tewas sejak penyanderaan dimulai Sabtu. Angka ini merupakan ralat dari angka yang diumumkan sebelumnya, 69 orang.

    CNN | TRIP B


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.