Suster Filipina Terkena Virus Corona di Arab Saudi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Coronavirus. spacetoday.org

    Coronavirus. spacetoday.org

    TEMPO.CO, Manila – Departemen Luar Negeri (DFA) Filipina melaporkan pada Selasa kemarin, 17 September 2013, seorang perawat Filipina yang bekerja di Arab Saudi meninggal karena virus corona yang menyerang sistem pernapasan.

    Dilansir laman Sun Star Filipina, hari ini, mengutip laporan dari Kedutaan Besar Filipina di Riyadh, juru bicara DFA, Raul Hernandez, mengatakan  bahwa perawat berusia 41 tahun yang bekerja di rumah sakit Arab Saudi ini dinyatakan positif terinfeksi virus corona sebelum kematiannya. “Dia merupakan kasus pertama virus corona bagi warga Filipina,” ujar Hernandez dalam sebuah wawancara telepon.

    Berdasarkan catatan medisnya, perawat ini pernah dibawa ke rumah sakit pada 12 Agustus lalu. Saat itu, tulang ikan nyangkut di tenggorokannya. Namun, tulang ikan berhasil diangkat dan ia diperbolehkan pulang dua hari kemudian.

    Hingga kemudian, pada 19 Agustus, ia kembali dengan keluhan demam dan batuk. Selanjutnya, pada 22 Agustus, dokter memasangkan ventilator untuk membantunya bernapas. Dua hari kemudian, ia didiagnosis menderita pneumonia akut dan harus dipindahkan ke unit perawatan intensif rumah sakit (ICU). Saat itulah, ia dinyatakan positif terinfeksi virus corona.

    Kini, Kedutaan Besar Filipina di Riyadh tengah berkoordinasi dengan keluarga korban terkait pemulangan jenazah. Atas kejadian ini, DFA meminta seluruh warga Filipina untuk lebih waspada dan mengikuti langkah-langkah yang disarankan oleh otoritas kesehatan setempat untuk mencegah penyebaran virus. Selain itu, jika gejala sudah mulai terasa, pasien harus segera mencari bantuan medis.

    SUN STAR | ANINGTIAS JATMIKA

    Topik terpopuler:
    Waspada, Banyak Preman di 8 Lokasi Ini
    Gubernur Bangkok Kagumi Jokowi
    Vanny Eks Pacar Freddy Budiman Ditangkap Polisi
    Vanny: Saya Merasa Dijebak
    Lima Tweet yang Mengguncang Dunia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.