Eks Kepala CIA Milan Minta Pengampunan Italia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • kantor pusat CIA. golos-ameriki.ru

    kantor pusat CIA. golos-ameriki.ru

    TEMPO.CO, Washington -  Robert Seldon Lady, mantan Kepala Dinas Rahasia AS, Central Intelligence Agency (CIA) di Milan, minta pengampunan kepada Presiden Italia terkait kasus penculikan seorang ulama Mesir dalam program "rendition" --pemindahan teroris dari satu negara ke negara lain secara rahasia.

    Lady diadili dan dihukum penjara 9 tahun dalam sidang September 2012 lalu akibat kasus penculikan itu. Ia, bersama 23 orang Amerika lainnya yang diadili secara inabsentia, dihukum karena menculik Hassan Mustafa Osama Nasr alias Abu Omar dari jalanan di Milan pada tahun 2003 dan membawanya ke Mesir untuk diinterogasi di sana.

    Pengadilan terhadap Lady dan kolega Amerikanya adalah yang pertama di dunia yang mengadili program "rendition". Program ini diterapkan Amerika Serikat di masa pemerintahan Presiden AS George W. Bush setelah terjadinya serangan 11 September di Washington dan New York yang menewaskan sekitar 3000 orang.

    Pengacara Lady, Tom Spencer dan kantor Kepresidenan Italia, Kamis 12 September 2013 lalu, mengkonfirmasi adanya surat permintaan pengampunan itu.

    "Saya meminta Anda dan Italia untuk pengampunan secara pribadi dan secara hukum, " kata Lady dalam surat yang dikirim ke kantor presiden Italia Giorgio Napolitano pada Rabu 11 September 2013, dan dipublikasikan Reuters keesokan harinya.

    Mantan mata-mata AS ini ditahan di Panama pada 18 Juli lalu karena ada surat perintah penangkapan internasional yang dikeluarkan Italia setelah hukumannya berkekuatan hukum tetap, tahun lalu. Namun Panama segera membebaskannya sebelum Italia memproses permintaan ekstradisi Lady.

    Sebelum ditahan di Panama, kata Spencer, Lady tidak menyadari bahwa Italia sedang meminta penangkapannya. Itulah sebabnya Lady memutuskan untuk meminta grasi. Setelah dibebaskan Panama, Bob --sapaan akrab Lady-- kembali ke Amerika. "Bob sudah muak dan ingin menghadapinya dan menyelesaikannya," kata Spencer.

    Dalam suratnya, Lady mengatakan ia menolak untuk bersaksi dalam pembelaan dirinya karena itu akan melanggar undang-undang rahasia negara Amerika Serikat dan Italia. Pada saat Lady menjalankan operasinya, CIA sudah mendapatkan lampu hijau dari pemerintah Italia saat itu.

    Reuters | Abdul Manan

    Berita Terkait:
    Lady, CIA, dan Penculikan Abu Omar di Milan
    Culik Ulama, Bekas Agen CIA Dibekuk


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.