Demonstran Bentrok dengan Polisi Kamboja

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Kamboja Hun Sen. ANTARA FOTO/(Dokumentasi JK)

    Perdana Menteri Kamboja Hun Sen. ANTARA FOTO/(Dokumentasi JK)

    TEMPO.CO, Phnom Penh – Demonstran  yang memprotes hasil pemilu Kamboja bentrok dengan polisi, Minggu, 15 September 2013. Polisi menembakkan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan ratusan demonstran yang berpawai di Ibukota Kamboja, Phnom Penh.

    Para pemrotes menuntut pembentukan lembaga independen untuk menyelidiki kecurangan pemilu 28 Juli lalu. Mereka melempari polisi dengan batu dekat Istana Raja, Phnom Penh.  Para pendukung partai oposisi juga berusaha menggeser barikade kawat berduri.

    Bentrokan kian panas di tengah penemuan bom dan beberapa granat di sekitar ibukota, Jumat. Ketegangan yang telah berlangsung selama enam pekan merupakan salah satu dari ujian terbesar Perdana Menteri Hun Sen selama tiga dekade terakhir.

    Partai Rakyat Kamboja (CPP) yang dipimpinnya memenangkan pemilu dengan perolehan 68 kursi, sedangkan oposisi Partai Penyelamat Nasional Kamboja (CNRP) 55 kursi.  Namun oposisi dan pendukungnya bersikeras mereka memenangkan pemilu dan mendesak dibentuknya lembaga penyelidik independen.

    Pemerintah menolaknya.

    “Suara kita adalah hidup kita,” kata wakil presiden CNRP, Kem Sokha di hadapan 20 ribuan pendukungnya di Taman Kebebasan, tempat digelarnya aksi protes.  “Mereka mencuri suara kita, seperti mencuri hidup kita.” Oposisi menuding Hun Sen mencurangi 2,3 juta suara agar dapat melanjutkan lima tahun kekuasaannya.

    Bentrokan yang terjadi Minggu sore menyebabkan beberapa orang luka-luka ringan. Polisi mengancam akan mengambil tindakan hukum dan menempatkan barikade kawat berduri dan truk-truk pemadam kebakaran di beberapa jalan utama, namun gagal menghentikan aksi pawai demonstran.

    Pertemuan dua pihak tidak menghasilkan apa-apa. Pertemuan di Istana Kerajaan antara Raja Norodom Sihamoni, Hun Sen dan pemimpin oposisi Sam Rainsy tidak menghasilkan terobosan. Kedua pihak menjadwalkan pertemuan lanjutan besok Senin, 16 September 2013. Namun oposisi bertekad meneruskan protes pada Senin dan Selasa, sampai pemerintah membiarkan pihak luar melakukan penyelidikan. Mereka juga berencana memboikot sidang parlemen pertama 23 September.

    REUTERS | NATALIA SANTI

    Topik Terhangat
    Penembakan Polisi | Edsus Sisca Yofie | Pencurian Artefak Museum | Jokowi Capres? | Miss World

    Berita Terpopuler:
    Miss Uzbekistan Ternyata Seorang Penipu?
    Polisi Periksa Pelapor Casting Online Model Bugil
    Tolak Miss World, FPI Akan Menyeberang ke Bali
    Lagi, Polisi Ditembak di Depok
    Gubernur BI: Jokowi Pengendali Inflasi Terbaik
    Korban Tewas Kecelakaan Dul di Jagorawi Jadi 7


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.