Vonis Mati untuk Pemerkosa Mahasiswi India

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Empat pelaku pemerkosaan di New Delhi, India. Hindustantimes.com

    Empat pelaku pemerkosaan di New Delhi, India. Hindustantimes.com

    TEMPO.CO, New Delhi — Pengadilan khusus Saket di New Delhi, Jumat, 13 September 2013, menjatuhkan hukuman mati terhadap empat pelaku pemerkosaan brutal dan pembunuhan seorang mahasiswi di atas bus, setelah insiden itu terjadi sembilan bulan lalu.

    Saat membacakan putusan di ruang sidang yang penuh pengunjung, hakim Yogesh Khanna menegaskan hukuman mati dengan digantung ini diberikan sebagai pesan bahwa kejahatan terhadap perempuan tidak akan ditoleransi. “Perlakuan brutal para pelaku yang memperkosa, menganiaya dengan keji, dan membunuh korban masuk kasus kategori terlangka dari yang paling langka,” kata Khanna.

    Mendengar hukuman itu, salah seorang terpidana, yakni pelatih kebugaran Vinay Sharma, harus diseret dari ruang pengadilan karena menangis kencang. Hakim menolak pertimbangan pengacara para terpidana yang menyebutkan kasus ini telah dipolitisasi. “Hakim memutuskan kasus ini di bawah tekanan politik dan kemarahan masyarakat,” ujar A.P. Singh, pengacara dua dari empat terpidana.

    Sebaliknya, kebahagiaan dirasakan oleh keluarga korban. Ayah korban mengungkapkan rasa terima kasih kepada kepolisian Delhi dan media yang membuat kasus ini menjadi perhatian seluruh dunia. “Keadilan telah ditegakkan bagi anak saya,” ujarnya terharu.

    Adapun ibunda korban mengatakan kepada wartawan yang berada di dalam ruang sidang bahwa hatinya telah damai. Namun ibunda korban menegaskan perjuangan belum selesai. Pasalnya, para terpidana masih dapat banding terhadap putusan ini hingga ke Mahkamah Agung selama bertahun-tahun.

    Jika Mahkamah Agung tetap memutuskan mereka harus menerima hukuman mati, keputusan akhir berada di tangan Presiden India. Apakah mereka tetap dieksekusi atau diampuni.

    Hakim yang sama memutuskan Mukesh Singh, 26 tahun, Vinay Sharma (20), Pawan Gupta (19), dan Akshay Thakur (28) bersalah pada Kamis lalu atas pemerkosaan beramai-ramai, pembunuhan, percobaan pembunuhan, penganiayaan, penculikan, penghilangan bukti, serta perampokan.

    Terpidana remaja—yang disebut paling brutal—telah dihukum tiga tahun penjara di pengadilan anak pada 31 Agustus lalu. Terdakwa utama dalam kasus ini, Ram Singh, ditemukan tewas tergantung di dalam ruang sel penjara Tihar pada 11 Maret lalu.

    Kasus pemerkosaan brutal yang terjadi pada 16 Desember tahun lalu ini menimbulkan kemarahan publik India. Ribuan warga turun ke jalan memprotes kegagalan pemerintah melindungi keamanan perempuan. Insiden ini juga memicu amandemen undang-undang tentang kejahatan terhadap perempuan.

    THE HINDUSTAN TIMES | REUTERS | FIRSTPOST | SITA PLANASARI AQUADINI


    Terpopuler
    Begini Isi Surat Vicky Prasetyo di Penjara
    NASA Temukan 10 Lubang Hitam Raksasa
    Mobil Lancer Dul Akan Jadi Monumen
    Ini Gaya Hidup Zuckerberg yang Unik
    MNC: Final Miss World 2013 di Bali
    Ditemukan, Cadangan Air Raksasa di Kenya

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.