Gara-gara Arloji, Eks Pejabat Cina Dibui 14 Tahun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Yang Dacai dan jam tangannya. Wantchinatimes.com

    Yang Dacai dan jam tangannya. Wantchinatimes.com

    TEMPO.CO, Hong Kong–  Pengadilan Cina Rabu 4 September 2013 lalu menjatuhkan hukuman 14 tahun penjara kepada Yang Dacai, mantan pejabat keselamatan provinsi Shanxi, di utara Cina, atas tuduhan menerima menerima suap dan memiliki aset yang tidak jelas asalnya.

    Kepada Pengadilan Menengah Rakyat Xi’an, Cina barat laut, Yang mengaku bersalah atas tuduhan menerima suap senilai 250 ribu renminbi atau sekitar Rp 453 juta dan memiliki uang 5 juta renminbi yang tidak jelas asalnya. Selain hukuman penjara 14 tahun, dia juga didenda 50 ribu renminbi (sekitar Rp 90 juta).

    Awal kejatuhan Yang terjadi saat insiden kecelakaan berantai yang menewaskan 36 orang di Jalan Raya Shanxi, 26 Agustus tahun lalu. Media Cina melansir foto Yang tersenyum ketika mengunjungi tempat kejadian, terpampang di berbagai media Cina.

    Geram melihat ekspresi Yang, beberapa pengguna sosial media mulai mengumpulkan foto-fotonya. Dalam berbagai acara publik, Yang tampak mengenakan jam tangan mewah. Tayangan program berita China Central Television yang beredar online menunjukkan Yang mengenakan jam tangan berkilat di 11 tempat berbeda. Yang akhirnya mendapat julukan sebagai “Brother Watch.”

    Pejabat partai komunis Shanxi akhirnya melakukan penyelidikan. Februari tahun ini, Yang dipecat dari jabatannya atas berbagai pelanggaran serius. Kasusnya pun diajukan ke pengadilan.

    Kasus Yang merupakan salah satu dari banyak kasus korupsi di Cina berdasarkan laporan publik. Warga biasa kerap mengunggah ke mikroblog, dan jejaring sosial lainnya untuk memprotes korupsi atau penyalahgunaan kekuasaan lainnya.

    Huazong, mikroblogger yang mengunggah koleksi jam tangan mewah Yang, mengatakan gembira dengan keputusan pengadilan meski ia tak lagi berniat melakukan hal yang sama. “Kini sangat beresiko,” kata Huazong yang meminta nama aslinya tidak disebutkan seperti dilansir news.sky.com. “Sejak penahanan (Yang) tahun lalu, pengawasan terhadap opini online sangat ketat.”

    Ia mengatakan pemerintah Cina tengah melakukan kampanye melawan rumor online. Para selebritas blogger sudah diperingatkan untuk berhati-hati berkomentar secara online. Puluhan mikroblogger ditangkap dan beberapa perusahaan situs web dan internet ditutup.

    CHANNEL NEWS ASIA | CHINADAILY | NATALIA SANTI


    Terhangat:

    Vonis Kasus Cebongan | Jokowi Capres? | Jalan Soeharto

    Berita Terpopuler:
    Pantulan Sinar Matahari Lelehkan Mobil Jaguar
    Dua Perburuan Besar Buaya di Sungai Mississippi
    Jika Menang, Tony Abbott Utamakan Indonesia
    Cina Larang Uang Rakyat Dipakai untuk Beli Hadiah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.