CIA Tutup Divisi Deklasifikasi Materi Sejarah

Reporter

Editor

Abdul Manan

Jumat, 23 Agustus 2013 00:00 WIB

CIA

TEMPO.CO, Washington - Kapak pemotongan anggaran telah jatuh ke salah satu divisi dari dinas intelijen Amerika Serikat, Central Intelligence Agency (CIA), yang berfokus pada deklasifikasi materi sejarah. Penutupan ini dikhawatirkan akan membuat lebih sedikit pengungkapan kepada publik mengenai rahasia dan skandal intelijen dari laci arsip organisasi mata-mata ini.

Historical Collections Division, nama divisi yang ditutup itu, selama ini sudah mendeklasifikasi (menetapkan sebuah file yang sebelumnya dikategorikan rahasia menjadi sudah tak rahasia lagi) dokumen soal mata-mata penting Uni Soviet (kini Rusia), maskapai penerbangan rahasia CIA dalam Perang Vietnam, krisis rudal Kuba, dan operasi besar lainnya. Tugas divisi ini nanti akan ditangani oleh kantor yang menangani permintaan informasi oleh publik menggunakan Undang Kebebasan Informasi Publik (Freedom of Information Act).

Pejabat CIA mengatakan, mereka menutup divisi itu untuk mengakomodasi pemotongan anggaran federal yang diusulkan Gedung Putih dan Kongres tahun lalu untuk sebagai kesepakatan pengurangan defisit. Karena kesepakatan tidak terwujud, maka pemotongan anggaran lintas anggaran (yang dikenal dengan istilah sequester) akhirnya diberlakukan. "Hasil dari pemotongan anggaran itu, salah satu unsur dari program itu dialihkan ke unit yang lebih besar untuk menciptakan efisiensi, namun CIA akan terus melakukan pekerjaan penting ini," kata juru bicara CIA, Edward Price.

Dia mengatakan, CIA tetap berkomitmen untuk mengembang "misi kepentingan publik" dari deklasifikasi dokumen sejarah yang signifikan.

Namun para ahli luar mengkritik sikap CIA untuk menutup kantor yang biasanya banuak digunakan oleh akademisi, pengacara, dan sejarawan.

"Langkah ini adalah kerugian nyata bagi publik," kata Mark Zaid, seorang pengacara di Washington yang sering berperkara dengan CIA. Dia mengatakan kantor CIA yang menangani permintaan menggunakan Freedom Information Act "adalah yang paling menghalangi dan tidak ramah berdasarkan pengalaman saya berurusan dengannya selama dua dekade terakhir."

"Ini sangat disayangkan," kata Robert Jervis, seorang profesor di Columbia University yang memimpin CIA Historical Review Panel, yang memberikan saran kepada dinas intelijen itu soal deklasifikasi dokumen. "Akan ada sedikit informasi yang dibuka kepada publik. Kita seharusnya tidak menipu diri sendiri."

Karena anggaran CIA diklasifikasikan sebagai rahasia, tidak jelas berapa banyak pemotongan anggaran sehingga harus menutup divisi penting itu.

Berbeda dengan Pentagon, yang telah memaksa lebih dari 600.000 karyawan sipil-nya untuk mengambil cuti tanpa dibayar (furloughs), CIA tidak melakukan langkah semacam itu. Lembaga yang berkantor pusat di Langley, Virginia ini malah memotong pengeluaran di luar kontraktor, termasuk yang menangani pekerjaan deklasifikasi dokumen CIA.

Menurut Jervis, beberapa deklasifikasi diharuskan oleh hukum sehingga Historical Collections Division, yang berfokus pada kebijakan deklasifikasi yang melibatkan topik yang menarik perhatian peneliti, menjadi target paling mudah untuk terkena pemangkasan biaya.

Latimes.com | Abdul Manan






Indonesia Sumbang 1,09 Persen Kasus Covid-19 Dunia

7 Februari 2021

Indonesia Sumbang 1,09 Persen Kasus Covid-19 Dunia

Indonesia saat ini menempati urutan ke-19 kasus sebaran Covid-19 dari 192 negara.


Orient Riwu Kore Mengaku Ikut Pilkada Sabu Raijua karena Amanat Orang Tua

6 Februari 2021

Orient Riwu Kore Mengaku Ikut Pilkada Sabu Raijua karena Amanat Orang Tua

Bupati Sabu Raijua terpilih, Orient Riwu Kore, mengungkapkan alasannya mengikuti pemilihan kepala daerah 2020


Tidak Lagi Jadi Presiden, Pemakzulan Donald Trump Tak Cukup Kuat

4 Februari 2021

Tidak Lagi Jadi Presiden, Pemakzulan Donald Trump Tak Cukup Kuat

Tim pengacara Donald Trump berkeras Senat tak cukup kuat punya otoritas untuk memakzulkan Trump karena dia sudah meninggalkan jabatan itu.


Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ 182 Diminta Tak Teken Release And Discharge

3 Februari 2021

Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ 182 Diminta Tak Teken Release And Discharge

Pengacara keluarga korban Lion Air JT 610 meminta ahli waris korban Sriwijaya Air SJ 182 tidak meneken dokumen release and discharge atau R&D.


Krisis Semikonduktor, Senator Amerika Desak Gedung Putih Turun Tangan

3 Februari 2021

Krisis Semikonduktor, Senator Amerika Desak Gedung Putih Turun Tangan

Pada 2019 grup otomotif menyumbang sekitar sepersepuluh dari pasar semikonduktor senilai 429 miliar dolar Amerika Serikat.


Amerika Serikat Longgarkan Aturan soal Imigran Suriah

30 Januari 2021

Amerika Serikat Longgarkan Aturan soal Imigran Suriah

Imigran dari Suriah mendapat kelonggaran aturan sehingga mereka bisa tinggal di Amerika Serikat dengan aman sampai September 2022.


Tutorial Membuat Bom Ditemukan di Rumah Pelaku Kerusuhan US Capitol

30 Januari 2021

Tutorial Membuat Bom Ditemukan di Rumah Pelaku Kerusuhan US Capitol

Tutorial pembuatan bom ditemukan di rumah anggota kelompok ekstremis Proud Boys, Dominic Pezzola, yang didakwa terlibat dalam kerusuhan US Capitol


Amerika Serikat Kecam Pembebasan Pembunuh Jurnalis Oleh Pakistan

29 Januari 2021

Amerika Serikat Kecam Pembebasan Pembunuh Jurnalis Oleh Pakistan

Pemerintah Amerika Serikat mengecam pembebasan pembunuh jurnalis Wall Street, Journal Daniel Pearl, oleh Mahkamah Agung Pakistan.


Amerika Serikat Izinkan Pensiunan Dokter Lakukan Vaksinasi Covid-19

29 Januari 2021

Amerika Serikat Izinkan Pensiunan Dokter Lakukan Vaksinasi Covid-19

Pemerintah Amerika Serikat kini mengizinkan dokter dan perawat yang sudah pensiun untuk memberikan suntikan vaksin Covid-19


Jenderal Israel Minta Joe Biden Tidak Bawa AS Kembali Ke Perjanjian Nuklir Iran

27 Januari 2021

Jenderal Israel Minta Joe Biden Tidak Bawa AS Kembali Ke Perjanjian Nuklir Iran

Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Letnan Jenderal Aviv Kochavi mengatakan hal yang salah jika AS kembali ke perjanjian nuklir Iran