Stabilitas Politik Indonesia Makin Kondusif

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Moskow: Mantan Duta Besar Rusia untuk Indonesia Vladimir Plotnikov mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan mampu memantapkan stabilitas politik negerinya ke arah yang lebih positif. Dia juga melihat, peluang bangsa Indonesia menggapai pertumbuhan ekonomi nasional semakin besar. "Ekonomi Indonesia pernah melaju pesat pada tahun 80-an. Indonesia sempat masuk kelompok Asian Tigers yang perkembangan ekonominya setiap tahun mencatat 7-8 persen. Peluang seperti itu sekarang ada," ujar Vladimir Plotnikov yang mengenal Indonesia sejak 1967 itu kepada koresponden Tempo di Moskow, Kamis (21/10).Plotnikov tidak meragukan modal asing yang lari dari Indonesia di masa krisis hebat 1997-1998 akan kembali seiring kondusifnya politik. Dia percaya, Sosilo Bambang Yudhoyono bersama Jusuf Kalla akan bekerja keras meningkatkan kesejahteraan rakyat. "Ketika saya bertemu, beliau memberikan pada saya kesan mendalam. Beliau seorang yang arif budiman dan tegas," puji bekas Konsulat Jenderal Keduataan Rusia di Surabaya tersebut.Plotnikov menambahkan, pemerintah Rusia tak akan menyia-nyiakan peluang ini. Dasar untuk kerja sama sudah ada. Menurut dia, landasannya adalah deklarasi hubungan persahabatan dan kemitraan yang diteken Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Megawati Soekarnoputri April 2003 lalu.Kerja sama yang sudah berjalan sekarang, antara lain pelatihan militer, kerja sama perbankan, pendidikan, dan kebudayaan. "Jumlah mahasiswa dari Indonesia yang belajar di Rusia terus bertambah. Begitu pula dengan wisatawan Rusia yang bertandang ke Indonesia terutama ke Bali, makin banyak jumlahnya," Plotnikov menyebut contoh wujud eratnya hubungan bilateral itu.Kerja sama konkrit lainnya, katanya, sejak 1999 kedua negara bersama-sama meningkatkan produksi minyak di beberapa lokasi di Sumatera. Andil Rusia di bidang teknologi, sedangkan Indonesia sebagai pengelola sumber alam minyak yang melimpah. Di sektor perdagangan, Plotnikov mencatat, nilainya mencapai US $ 500 juta. "Pokoknya banyak peluang kerja sama yang belum dimanfatkan," kata Vladimir Plotnikov. Svet Zakharov - Tempo

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.