Selasa, 20 November 2018

Presiden Mesir Digulingkan, Rakyat Berpesta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah demonstran yang menentang Presiden Mesir Mohamed Mursi melambaikan bendera negara di alun-alun Tahrir, Kairo, Rabu (3/7). REUTERS/Suhaib Salem

    Sejumlah demonstran yang menentang Presiden Mesir Mohamed Mursi melambaikan bendera negara di alun-alun Tahrir, Kairo, Rabu (3/7). REUTERS/Suhaib Salem

    TEMPO.CO, Kairo - Setahun setelah terpilih menjadi presiden, Mohammad Mursi resmi digulingkan dari kursinya oleh militer Mesir. Pendukung Mursi menolak keputusan militer ini dan menyebutnya sebagai kudeta, sementara ribuan demonstran yang memadati Lapangan Tahrir bersorak gembira.

    Panglima Angkatan Bersenjata Mesir, Jenderal Abdul Fatah al-Sisi, mengumumkan pemberhentian Mursi dan pengangkatan Ketua Mahkamah Konstitusi Mesir Adli Mansour sebagai presiden sementara sampai pemilihan presiden berikutnya berlangsung. Militer juga membekukan konstitusi Mesir.

    "Kita akan membangun masyarakat Mesir yang kuat dan stabil, yang akan mengikutsertakan semua pihak," kata al-Sisi, Rabu 3 Juli 2013. Ketika mengumumkan keputusan militer ini, al-Sisi didampingi wakil dari ulama Al-Azhar, wakil dari Gereja Kristen Koptik, tokoh oposisi Muhamad el-Baredei, wakil dari Partai Islam Nour, dan pemimpin pergerakan Tamarod yang mengorganisir unjukrasa di Lapangan Tahrir.

    Pengumuman militer ini disambut gemuruh teriakan dan tepuk tangan dari pengunjukrasa di Lapangan Tahrir yang sudah berdemonstrasi di sana sejak akhir pekan lalu. Kembang api dan laser hijau berkelebat di langit di atas Tahrir. Dua setengah tahun lalu, gelombang unjukrasa di tempat yang sama menumbangkan diktator militer Husni Mubarak.

    Sejak sore, militer Mesir telah menurunkan tank dan pasukan di sejumlah titik di Kota Kairo. Unjukrasa pendukung Mursi dan Ihwanul Muslimin di sejumlah titik dibarikade oleh tentara.

    Penasehat Mursi, Essam Haddad, menulis di laman Facebook bahwa sebuah kudeta militer telah terjadi. Dia menyerukan penentang Mursi untuk bertarung di kotak suara melalui pemilihan umum.

    Namun banyak pihak meragukan keabsahan pemilihan umum ketika konstitusi Mesir dan banyak aturan pemilihan disiapkan oleh kekuatan politik pro Ikhwanul Muslimin. Gelombang gerakan anti Mursi menguat sejak November tahun lalu ketika Mursi menerbitkan dekrit yang menguatkan posisi dirinya sebagai pemegang kekuasaan tertinggi di Mesir.

    THE GUARDIAN | WD

    Berita Terpopuler:
    Jawab Penolakan Mursi, Tentara Siap Mati

    Mursi Tolak Ultimatum Militer 

    Protes, Aktivis Ini Bertelanjang Dada di Masjid

    Presiden Baru Iran Mulai Gulirkan Reformasi 

    Rumor Snowden Bikin Hubungan AS-Bolivia Tegang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    21 November, Hari Pohon untuk Menghormati Julius Sterling Morton

    Para aktivis lingkungan dunia memperingati Hari Pohon setiap tanggal 21 November, peringatan yang dilakukan untuk menghormati Julius Sterling Morton.