Polisi Perancis Tangkap Seorang Tersangka Bom KBRI

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Paris: Polisi Perancis menangkap seorang pria yang terkait pengeboman di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Paris.Pria itu ditangkap hari Minggu (10/10) di sebuah warnet dengan tuduhan mengirimkan email yang menyatakan bertanggungjawab dalam peristiwa tersebut. Pria yang mengaku warga negara Kamerun hingga saat ini masih diperiksa identitas dan latar belakangnya. Dari penyidikan petugas, pria tersebut diperkirakan mengalami gangguan mental. Ia mengaku mantan partnernya menjadi korban dalam peristiwa 11 September 2002 di New York.Sebuah email dikirimkan dari sebuah warnet di Paris, tepat dimana pria tersebut ditangkap. Dalam surat elektronik tersebut ia mengaku bertanggung jawab atas peledakan yang mencederai sepuluh orang dan merusak gedung KBRI serta beberapa gedung lain di kawasan itu.Email tersebut selain dikirim pada polisi distik 16 di tempat gedung kedutaan diledakkan, juga ke media Perancis. Kelompok Front Tentara Islam Perancis mengaku berada di balik peledakan itu, meskipun pengkuan tersebut tidak terlalu mendapat tanggapan dari aparat berwenang.Dalam email itu mereka juga meminta dibebaskannya para militan Islam yang ditahan sejak tahun 1995 karena terbukti melakukan peledakan di Paris. Kelompok ini akan melakukan gencatan senjata hingga 30 Januari, sebelum melakukan tindakan yang lebih berdarah.Kepolisian Perancis memperketat penjagaan di sekitar gedung kedutaan yang ada di Paris setelah peledakan di KBRI. Hari ini pakar bom dari kepolisian Perancis juga berhasil menjinakkan sebuah bom yang diletakkan di atas sepeda motor di depaan kediaman Duta Besar Kanada di dekat kawasan belanja Champs-Elysees. Polisi memperkirakan para pelaku meningkatkan daya ledak bom setelah peristiwa di KBRI. Paket bom yang sama juga dikirimkan ke Kedubes Irak dan Kuwait.The Australian, Reuters, Sita Planasari A

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.