Dua Warga Indonesia Diculik di Irak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta: Dua warga Indonesia, Rafikan binti Aming dan Rosidah binti Anom, diculik kelompok bersenjata Irak. Dalam video yang disiarkan stasiun televisi Al-Jazeera, penyandera bertanya kepada mereka berdua dalam bahasa Indonesia.Berita penculikan dua perempuan itu muncul pertama kali di Al-Jazeera. Mereka diculik bersama enam warga Irak dan dua warga Libanon."Tentara Islam dari Komando Wilayah Barat telah menyebarkan video yang berisi penahanan 10 sandera," ungkap stasiun televisi dari Qatar itu. Disebutkan, semua korban penculikan bekerja pada sebuah perusahaan listrik. Tidak diungkapkan nama perusahaan itu.Kepala Bidang Konsuler Kedutaan Besar Republik Indonesia di Doha, Qatar, Ghufron Afero, yang melihat rekaman video di kantor Al-Jazeera, mendengar kedua sandera WNI itu mengaku bernama Rafikan dan Rosidah. "Keduanya mengaku berasal dari Jakarta," kata Afero.Nama dan asal itu disebut saat mereka ditanya oleh penculik. "Mereka ditanya dua pertanyaan dengan bahasa Indonesia aksen Arab," kata Afero. Padahal, seorang sandera lain, pria Arab, ditanya dalam bahasa Arab.Fragmen gambar kedua wanita Indonesia itu berdurasi sekitar dua menit. Rekaman memperlihatkan Rosidah memakai daster warna terang dan Rafikan warna gelap, dan keduanya mengenakan kerudung. Para penculik tidak menyatakan tuntutan apa pun sebagai syarat pembebasan tahanannya."Mereka duduk di lantai dan tidak diborgol," kata Afero. Sedangkan sandera lain, seorang pria Arab, duduk di lantai dengan muka ditutup dan tangan terborgol ke belakang. "Wajah kedua wanita itu kelihatan sangat takut dan gelisah."Menurut juru bicara Departemen Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa, saat ini ada 13 warga Indonesia di Irak yang terdaftar resmi. Ini termasuk delapan mahasiswa dan dua karyawan KBRI yang menikah dengan warga setempat. Sedangkan menurut Kepala Penerangan KBRI Amman, Musurifun Lajawa, ada 10 warga Indonesia di sana, termasuk tujuh mahasiswa.Bulan lalu, warga Indonesia bernama Fahmi Ahmad tewas akibat serangan sekelompok pria bersenjata yang menembaki rombongannya saat melintasi Mosul. Ia warga Indonesia pertama yang menjadi korban konflik Irak sejak invasi Amerika ke negeri itu.KBRI di Irak sudah mengirim Wahid, seorang staf lokal, untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. "Kita juga berkoordinasi dengan perwakilan kita di Doha, Dubai, Damaskus, dan Amman," kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Departemen Luar Negeri Ferry Adamhar. faisal/adek

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.