Senin, 19 Februari 2018

Wartawan Pewawancara Snowden Buka Mulut

Oleh :

Tempo.co

Rabu, 12 Juni 2013 11:20 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wartawan Pewawancara Snowden Buka Mulut

    Edward Snowden, seorang analis intelijen Amerika Serikat berusia 29 tahun, telah mengungkapkan dirinya sebagai sumber yang mengungkapkan telepon rahasia pemerintah Ameriksa Serikat dan program pengawasan internet. AP/The Guardian

    TEMPO.CO, Hong Kong - Wartawan yang pertama kali menuliskan program pengawasan AS yang dibocorkan oleh Edward Snowden buka mulut. Ia mengatakan hari Selasa lalu bahwa akan ada lebih banyak 'rahasia' yang belum diungkapkan dari dokumen itu.

    "Kami akan memiliki banyak informasi yang lebih signifikan yang belum terdengar selama beberapa minggu ini," kata Glenn Greenwald, wartawan senior di The Guardian.

    Greenwald mengatakan kepada The Associated Press medianya selektif melepaskan berita berdasarkan informasi yang diberikan oleh Edward Snowden, karyawan 29 tahun yang bekerja pada kontraktor National Security Agency (NSA), biro keamanan dalam negeri AS.

    Ketua bidang intelijen Senat AS, Dianne Feinstein menyatakan apa yang dilakukan Snowden merupakan "tindakan pengkhianatan" dan harus dituntut.

    Laporan Greenwald pekan lalu mendunia, menguliti program pemerintah AS untuk mengumpulkan catatan telepon dan Internet. "Ada lusinan cerita yang bisa dihasilkan oleh dokumen-dokumen itu, dan kami berniat untuk membebernya," kata Greenwald.

    Keberadaan Snowden itu tidak segera diketahui pada hari Selasa, meskipun ia diyakini tinggal di suatu tempat di Hong Kong. Sejauh ini, tidak ada konsekuensi hukum terhadap media yang memuat berita itu.

    Bersembunyi di sebuah kamar hotel di Hong Kong, Snowden mengatakan, ia telah berpikir panjang dan keras sebelum mempublikasikan rincian dari program NSA berkode "PRISM". Ia mengatakan harus melakukannya (membocorkan rahasia) karena merasa negaranya sedang membangun mesin spionase yang tidak akuntabel dan secara rahasia memata-matai setiap warga negara AS.

    Baik Washington Post dan surat kabar Inggris Guardian - dua media tempat ia membocorkan dokumen-dokumen curian itu - menuliskan identitasnya pada hari Minggu. "Aku tidak ingin hidup dalam masyarakat yang melakukan hal semacam ini ... Aku tidak ingin hidup di dunia di mana segala sesuatu yang aku lakukan dan katakan dicatat. Itu bukan sesuatu yang harus aku dukung atau aku ikuti," katanya kepada The Guardian, yang menerbitkan sebuah video wawancara dengannya.

    Menurutnya, NSA telah membangun infrastruktur yang memungkinkan untuk mencegat hampir segalanya. Dengan kemampuan ini, sebagian besar komunikasi orang-orang secara otomatis tercatat walau dia bukan target. "Jika aku ingin melihat email atau telepon istri Anda, semua bisa aku lakukan dengan gampang. Aku bisa mendapatkan email, password, catatan telepon, kartu kredit, dan lainnya," katanya.

    The Guardian menerbitkan berita pekan ini bahwa layanan keamanan AS memantau data tentang panggilan telepon dari Verizon dan data internet dari perusahaan-perusahaan besar seperti Google dan Facebook.

    Pemaparan dari program rahasia telah memicu perdebatan luas di Amerika Serikat dan luar negeri tentang jangkauan NSA yang diperluas, dengan program pengawasan secara dramatis dalam dekade terakhir. Para pejabat AS mengatakan badan ini beroperasi sesuai hukum.

    AP | TRIP B


    Berita Lainnya:

    Hidayat Nur Wahid: PKS Memang Main di Dua Kaki  
    Laris Manis Lelang Barang Gratifikasi di KPK  
    Dolar Tembus Rp 10.000, BI Guyur US$ 100 Juta/Hari
    Jokowi Ganti Dua Direktur RSUD  
    Apa Saja Kelebihan iOS 7?


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Diet: Makanan Penurun Berat Badan

    Makanan yang kaya serat, protein dan vitamin cocok bagi orang yang sedang diet.