Jumat, 14 Desember 2018

Kucing Ini Seharga Rp 343 Juta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kucing bernama Tardar Sauce, yang terkenal di internet dengan nama Grumpy Cat. Buzzpetadvisor.com

    Kucing bernama Tardar Sauce, yang terkenal di internet dengan nama Grumpy Cat. Buzzpetadvisor.com

    TEMPO.CO, New York - Saat ini, memelihara kucing Savannah menjadi tren di Amerika. Kucing Savannah ini merupakan hasil perkawinan antara jenis African Serval dan kucing domestik. Kucing Savannah yang terlihat seperti cheetah ini merupakan kucing cerdas dan bisa lebih bersosialisasi dengan manusia.

    Kucing Savannah memiliki telinga panjang, leher dan kaki dari kucing biasa, dan terutama, mereka memiliki campuran bintik-bintik dan garis-garis pada bulu mereka. Alessio, adalah salah seorang pemelihara kucing Savannah. Ia memelihara sebagai hobi dan sudah memiliki kucing tersebut sebanyak enam ekor.

    Majala The New Yorker melaporkan hewan peliharaan tersebut memiliki harga US$ 35 ribu atau sekitar Rp 343 juta per ekornya untuk beberapa jenis Savannah yang paling langka. Generasi pertama kucing Savannah yang dilambangkan sebagai F1, memiliki 53 persen gen kucing Serval, kucing generasi kedua atau F2 memiliki sekitar 29 persen gen kucing Serval, dan generasi ketiga F3 hanya memiliki 16 persen gen kucing Serval.

    Kucing Savannah pertama kali dikembangbiakkan oleh seorang peternak, Judee Frank. Ia mengawin silangkan seekor Serval jantan milik Suzi Woods dengan kucing domestik (ras kucing Siam) untuk melahirkan kucing Savannah pertama, yang kemudian diberi nama Savannah.

    DAILYMAIL.COM | ANINDYA LEGIA PUTRI

    Topik terhangat:

    Penembakan Tito Kei
    | Tarif Baru KRL | PKS Vs KPK | Ahmad Fathanah

    Berita Unik Lain
    Ada Permen Rasa ASI 

    Tertimbun Reruntuhan, Kucing Ini Diselamatkan

    Hina Raja Malaysia di Facebook, Wanita ini Ditahan  



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sayap OPM Kelompok Egianus Kogoya Meneror Pekerjaan Trans Papua

    Salah satu sayap OPM yang dipimpin oleh Egianus Kogoya menyerang proyek Trans Papua yang menjadi program unggulan Jokowi.