Salvation Army Bantu Atasi Kemiskinan di Australia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Braxton West-Smith memiliki seekor singa sebagai peliharaannya. Bocah 3 tahun ini adalah seorang pawang singa dalam kelompok sirkus Stardust di Australia. Dailymail.co.uk

    Braxton West-Smith memiliki seekor singa sebagai peliharaannya. Bocah 3 tahun ini adalah seorang pawang singa dalam kelompok sirkus Stardust di Australia. Dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Sidney - Lebih dari 100.000 relawan akan menghabiskan akhir pekan ini dengan mengetuk pintu rumah warga untuk membantu organisasi Salvation Army menunjukkan kepeduliannya atas meningkatnya angka kemiskinan di Australia.

    Selama dua hari, melalui program Red Shield Appeal Doorknock, Salvation Army ingin mengumpulkan US$ 10,2 juta, sebagai bagian dari target penggalangan dana secara keseluruhan US$ 79 juta.

    Mayor Salvation Army Bruce Harmer mengatakan, dana itu akan membantu hidup lebih dari satu juta orang yang berada dalam kemiskinan.

    Sebuah laporan yang dirilis oleh Salvation Army minggu ini memberikan gambaran suram soal masyarakat miskin Australia. Laporan itu menunjukkan bahwa seperempat responden yang diteliti tidak mampu memenuhi kebutuhan satu kali makan besar dalam sehari.

    Temuan dari Survei Ekonomi Nasional dan Dampak Sosial 2013, yang meneliti klien 2.705 Salvation Army secara nasional, menunjukkan tingkat kemiskinan yang tinggi, khususnya di kalangan keluarga yang memiliki anak. "Laporan ini sangat memprihatinkan,'' kata Mayor Harmer.

    "Saat ini diperkirakan satu dari enam anak di Australia sekarang hidup di, atau di bawah, garis kemiskinan. Jelas banyak anak dalam keluarga sangat menderita luar biasa karena berada di dalam level kemiskinan," kata dia. Setengah dari orang yang disurvei memiliki anak di rumah.

    Laporan Salvation Army juga menyoroti bahwa Australia memiliki proporsi tertinggi keempat soal anak-anak di bawah usia 15 tahun yang berada dalam sebuah keluarga pengangguran, berdasarkan data Organisation for Economic Co-operation and Development countries.

    Lebih dari separuh responden yang memiliki anak mengatakan mereka tidak mampu membiayai kegiatan luar sekolah dan sepertiganya mengatakan mereka tidak bisa membayar untuk kegiatan berbasis sekolah seperti berupa kunjungan.

    Lebih dari seperempat tidak mampu makan besar sekali dalam sehari. Banyak dari responden itu mengatakan tak akan memiliki makanan lagi untuk memastikan anak-anak mereka bisa makan.

    Seperempat tidak mampu membayar untuk fasilitas pemanas atau pendingin, dan hampir 60 persen tidak bisa membayar tagihannya tepat waktu. Enam puluh persen tidak mampu membayar perawatan gigi dan 35 persen tidak bisa membayar untuk obat resep.

    Salvation Army adalah organisasi Kristen dan amal internasional yang dioperasikan dengan struktur kuasi-militer. Kantor pusatnya di Inggris, dengan anggota lebih dari 1,5 juta di seluruh dunia. Didirikan oleh William dan Catherine Booth, organisasi ini berusaha untuk menyelamatkan orang miskin, melarat, dan lapar dan memenuhi "kebutuhan jasmani dan rohani" mereka.

    Organisasi ini hadir di 126 negara, menjalankan toko-toko amal, menyediakan penampungan untuk tunawisma, dan memberikan bantuan bencana dan bantuan kemanusiaan bagi negara-negara berkembang.

    Sidney Morning Herald | Abdul Manan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.