Teroris Barbar Beraksi di Inggris

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyerang di London dengan pisau terhunus

    Penyerang di London dengan pisau terhunus

    TEMPO.CO, London - Pertama, mereka menabrak seorang pria, dianggap sebagai tentara Inggris, dengan mobil di siang bolong. Kemudian mereka menyerangnya sampai mati dan tubuhnya dibuang di tengah jalan di tenggara London.

    Saat korban - berpakaian kaus bertulis Help for Heroes, sebuah badan amal yang membantu veteran militer - roboh, salah satu dari dua penyerang berkata menghadap kamera, "Kami bersumpah demi Allah kita tidak akan pernah berhenti memerangi Anda sampai Anda meninggalkan kami sendirian," katanya dengan aksen London, dengan pisau terhunus. "Satu-satunya alasan kami membunuh orang ini ini karena umat Islam sedang sekarat setiap hari."

    Seorang saksi, yang mengidentifikasi dirinya hanya sebagai James, mengatakan kepada stasiun radio LBC 97.3 London bahwa ia melihat dua pria berdiri mengapit korban, yang rebah di tanah di kawasan Woolwich. Pada awalnya James berpikir mereka mencoba untuk membantu orang itu. Tapi kemudian ia melihat dua pisau daging. "Mereka orang gila. Mereka seperti binatang," katanya.

    Setelah itu, mereka tampaknya ingin ulah mereka difilmkan, dengan salah satu penyerang pergi ke bus dan meminta orang untuk mengambil foto seolah-olah ia berada di TV.

    Dalam video ponsel diperoleh ITN, salah satu dari mereka meminta maaf kepada perempuan yang telah menyaksikan serangan, lalu cepat-cepat menambahkan, "Di negeri kami, perempuan kami harus melihat hal yang sama."

    "Kalian tidak akan pernah aman," katanya. "Lengserkan pemerintah Anda. Mereka tidak peduli tentang Anda. Anda pikir David Cameron akan akan bertindak di  jalan ketika kami mulai menyerbu dengan senjata kami?"

    Ia melanjutkan, "... Singkirkan mereka. Katakan kepada mereka untuk membawa pasukan kita kembali sehingga kita semua bisa hidup dalam damai."

    Salah seorang saksi, Michael Atlee, menggambarkan tragedi mengerikan itu sebagai "kekacauan berdarah."

    Perdana Menteri Inggris David Cameron menyebutnya sebagai serangan teroris. "Kami tidak akan pernah menyerah pada teror," tulis Cameron di Twitter.

    Menteri Dalam Negeri Theresa May menyatakan akan menindak pelakunya secara setimpal. "Tindakan keji seperti ini tidak akan luput dari hukuman," katanya.

    CNN | TRIP B


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.