Pemilu Iran, Presiden Ahamadinejad Bela Sohibnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad. telegraph.co.uk

    Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad. telegraph.co.uk

    TEMPO.CO, Teheran - Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, Rabu, 22 Mei 2013, mengatakan bahwa dirinya akan mengajukan banding kepada Pemimpin Agung, Ayatullah Ali Khmenei, atas pelarangan sohibnya, Esfandiar Rahim Mashaie, ikut pemilihan presiden pada 14 Juni 2013. Kabar ini diwartakan media Iran, Rabu, 22 Mei 2013.

    Komisi Pemilihan Iran pada Selasa, 21 Mei 2013, membatalkan pencalonan Esfandiar Rahim Mashaie, sohib sekaligus bekas Kepala Staf Presiden Ahmadinejad dan bekas Presiden Akbar Hashemi Rafsanjani sebagai peserta pemilihan presiden, 14 Juni 2013.

    "Saya mengenalnya (Mashaie)," kata Ahmadinejad, Rabu, 22 Mei 2013, tulis Reuters mengutip tulisan kantor berita ISNA. "Dia orang baik dan berguna bagi negara. Saya yakin dia sanggup (memimpin)," imbuhnya.

    "Dalam benak saya, tidak akan ada masalah dengan Pemimpin (Agung) dan saya akan mengambil alih masalah ini bersamanya," kata Ahmadinejad. "Saya berharap masalah ini bisa terpecahkan."

    Mashaie dicurigai oleh para pemimpin konservatif Iran bakal mengesampingkan otoritas ulama dalam pemerintahan. Selain itu, pemikiran agama pria ini kerap dianggap kontroversial sehingga kehadirannya ditolak oleh para ulama garis keras karena dikhawatirkan dapat menurunkan nilai-nilai Islam yang dianut oleh Republik Islam Iran.

    Ahmadinejad yang pernah berseteru dengan para pemimpin konservatif Iran semenjak terpilih kembali jadi presiden pada 2009 tak bisa lagi mencalonkan diri karena telah menjabat sebagai presiden dua kali berturut-turut. Menurut anggota Komisi, dia akan berusaha keras membela sahabatnya menjadi calon presiden demi melanggengkan kekuasaannya.

    AL ARABIYA | CHOIRUL

    Topik Terhangat:

    Menkeu Baru
    | PKS Vs KPK | Vitalia Sesha | Ahmad Fathanah | Perbudakan Buruh


    Baca juga:
    Pria Ini Bergulat dengan Pithon Sepanjang 5,4 M

    Pemenang Lotere Rp 5,7 Triliun Masih Misterius

    Rekaman Paus Berdoa Usir Setan Dibantah Vatikan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.