Di Prancis Ada Masjid Gay

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/ Nita Dian

    TEMPO/ Nita Dian

    TEMPO.CO, Paris - Masjid sebagai tempat ibadah umat muslim mestinya terbuka buat siapa saja. Sebenarnya itulah cita-cita Ludovic-Mohamed Zahed. Namun yang terjadi, mereka yang heteroseksual, homoseksual, atau transeksual sering kali ditolak ketika beribadah di masjid.

    Lantaran itulah, Zahed mendirikan sekaligus menjadi imam masjid bernama Mosquée de l'Unicité. Di situ, banyak anggota jemaahnya yang gay melakukan pengajian dan sembahyang berjamaah.

    “Ini adalah masjid yang ramah gay,” kata Zahed seperti dikutip dari Majalah Tempo edisi 20 Mei 2013. Demi keamanan, dia harus merahasiakan lokasi masjid itu untuk umum.

    Alasannya, di Prancis sekarang tengah terjadi pro dan kontra terhadap undang-undang yang melegalkan pernikahan sesama jenis. ''Bagi umat Islam di Prancis, apa yang kami lakukan dinilai sebagai suatu kesalahan,'' ujar Zahed.

    Tempo beruntung diizinkan masuk dan melihat sendiri bagaimana kegiatan beribadah di dalam masjid spesial ini pada Jumat malam. Saat itu, para jamaah melaksanakan salat Isya kemudian diikuti dengan kegiatan memperdalam ilmu agama, membaca Al-Quran, berdzikir, sampai beramah-tamah dengan sedikit kudapan. (Simak laporan selengkapnya di sini)

    DINI KUSMANA MASSABUAU (PRANCIS)

    Topik terhangat:

    PKS Vs KPK
    | E-KTP | Vitalia Sesha | Ahmad Fathanah | Perbudakan Buruh

    Berita lainnya:
    Sopir Fathanah Mengaku Serahkan Duit kepada Luthfi
    Peneliti Remaja Indonesia Borong 3 Medali Emas 

    Nyalon DPD, Istri Roy Suryo Saingi Ratu Hemas?

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.