Amerika Serikat dan Turki Menekan Suriah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gambar yang diambil dari tayangan Ronahi TV, seorang wanita terbaring dengan mulut berbusa di sebuah RS, Suriah (13/4). Belum dipastikan jika ini disebabkan senjata kimia atau bukan. (AP Photo/Ronahi TV)

    Gambar yang diambil dari tayangan Ronahi TV, seorang wanita terbaring dengan mulut berbusa di sebuah RS, Suriah (13/4). Belum dipastikan jika ini disebabkan senjata kimia atau bukan. (AP Photo/Ronahi TV)

    TEMPO.CO, Washington - Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan sepakat meningkatkan tekanan terhadap Presiden Suriah Bashar al-Assad agar turun tahta.

    Obama mengatakan hal tersebut dalam jumpa pers bersama dengan Erdogan di Gedung Putih, Kamis, 16 Mei 2013. "Satu-satunya jalan untuk menyelesaikan konflik dua tahun adalah Assad menyerahkan kekuasaan kepada sebuah pemerintahan transisi," ujarnya.

    Dia tambahkan, Turki juga akan memainkan perannya dalam proses tersebut. "Kami sepakat meningkatkan tekanan terhadap rezim Assad dan bekerja sama dengan kelompok oposisi," kata Obama. "Kami berdua juga setuju Assad harus pergi," lanjutnya.

    Kedua pemimpin mengatakan bahwa mereka membicarakan soal penggunaan senjata kimia di Suriah. Menurut mereka, pemakaian senjata kimia sampai kapanpun tetap dilarang.

    Pada kesempatan itu, Obama menerangkan, penggunaan senjata kimia Suriah telah melampaui batas "garis merah". Hal ini bakal mendapatkan reaksi komunitas internasional. Erdogan katakan, sudah ada bukti mengenai penggunaan senjata kimia di Suriah tetapi perlu mendapatkan informasi yang lebih spesifik sguna menentukan bagaimana mereka bertindak.

    AL JAZEERA | CHOIRUL



    Topik terhangat:

    PKS Vs KPK
    | E-KTP | Vitalia Sesha | Ahmad Fathanah | Perbudakan Buruh

    Berita lainnya:
    Indoguna Akui Setor Uang ke PKS 

    Fathanah Akui Indehoy dengan Maharani

    Fathanah Ketahuan Curi Dokumen KPK

    Cerita Dewi Queen of Pantura, Soal Sawer Pejabat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.