Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

CPJ Minta Kontributor Tempo di Suriah Dibebaskan

image-gnews
Seorang Tentara Pembebas Suriah tertidur di kawasan Bustan Al-Basha, Aleppo, Suriah, 28 Oktober lalu. TEMPO/Pramono
Seorang Tentara Pembebas Suriah tertidur di kawasan Bustan Al-Basha, Aleppo, Suriah, 28 Oktober lalu. TEMPO/Pramono
Iklan

TEMPO.CO, Aleppo - Committee to Protect Journalists (CPJ), sebuah organisasi advokasi jurnalis internasional, pada Senin 13 Mei 2013 lalu merilis pernyataan sikap yang mendesak Pemerintah Suriah membebaskan jurnalis Jerman yang berbasis di Indonesia, Armin Wertz. Wartawan yang selama di Indonesia kerap menulis untuk Majalah Tempo English Edition ini ditangkap oleh polisi Suriah, awal Mei 2013 lalu.

"Selain membebaskan Armin, Otoritas Suriah juga harus memastikan keselamatan Armin," demikian pernyataan CPJ seperti ditulis oleh media Jerman Der Tagesspiegel. "Pemerintah Suriah juga harus membebaskan semua jurnalis asing yang saat ini ditahan di sana," kata Koordinator CPJ untuk wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara,  Sherif Mansour. "Semua pihak yang berkonflik di Suriah harus ingat bahwa wartawan adalah warga sipil dan seharusnya tidak jadi korban hanya karena sedang melakukan tugas jurnalistik mereka."

Menurut koran Der Tagesspiegel, Armin sebenarnya sempat mengirim pesan pendek ke sejumlah koleganya pada 5 Mei 2013. Pesan itu berisi informasi kalau Armin Wertz tertangkap polisi Suriah ketika sedang meliput konflik antara pemberontak dan tentara Suriah di Aleppo, kota perbatasan Suriah-Turki. Dalam pesan itu, Armin minta penangkapannya ini dirahasiakan dulu.

Barulah, pada Minggu 12 Mei 2013, Armin Wertz mengirim pesan pendek kedua yang minta tolong agar kabar penangkapannya dipublikasikan. Koran Der Tagesspiegel menulis kalau ada informasi Armin Wertz akan dipindahkan ke Latakia, sebuah kota di pesisir Suriah yang dikenal sebagai basis pendukung Presiden Suriah Bashar Al Assad. Aleppo sendiri sebelumnya dikuasai pemberontak Suriah anti Assad.

Menurut Der Tagesspiegel, Wertz meliput Suriah sejak awal Mei 2013. Dia memasuki wilayah Suriah dari pebatasan Turki, dekat Aleppo, seperti banyak wartawan internasional lainnya. Wartawan Tempo Stefanus Teguh Pramono sempat meliput konflik Suriah dari kota yang sama, pada November 2012 lalu. Tidak jelas bagaimana Armin Wertz bisa mengirim pesan pendek via telepon, dalam keadaan ditahan di Aleppo.

Menurut kantor berita The Associated Press, Kementerian Luar Negeri Jerman sudah mengetahui kabar penahanan Armin Wertz yang memang memegang pasport Jerman. Pemerintah Jerman dilaporkan tengah mengusahakan pembebasan Wertz.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Seiring dengan memanasnya konflik di Suriah, jumlah wartawan yang hilang di sana terus bertambah. Pada awal Mei 2013, keluarga James Foley, seorang wartawan lepas, memastikan bahwa Foley ditahan tentara Suriah. Maret lalu, pemerintah Suriah akhirnya membebaskan wartawan Jerman Billy Six, yang sempat disandera selama tiga bulan.

Selain itu, masih ada Austin Tice, wartawan lepas yang hilang sejak Agustus 2012, Bashar Fahmi (wartawan koran Al-Hurra), Domenico Quirico (wartawan Italia) dan Pierre Piccinin (wartawan Belgia) yang sampai sekarang tak diketahui keberadaannya. Mereka semua hilang di sekitar Aleppo dan Homs.

Wakil Pemimpin Redaksi Majalah Tempo English Edition, Yuli Ismartono, berharap Armin Wertz selamat. "Meski insiden ini adalah risiko tugas jurnalistiknya, kami berharap dia segera ditemukan dalam keadaan selamat," katanya, Kamis 16 Mei 2013.

SYARI FANI

Berita Terpopuler:
Inggrid Selingkuh? Syarief Hasan: Totally Fitnah 

Ini Alasan Freddy Numberi Hengkang dari Demokrat 

Dinikahi Ahmad Fathanah, Surti Kaya Mendadak

SBY Dapat Penghargaan, Franz Magnis Protes 

Hilmi Akui Kenal Ahmad Fathanah 

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


CIIA: Bahrun Naim Tewas di Suriah, Juga Anaknya yang Kurang Gizi

12 Januari 2018

Bahrun Naim saat menjalani sidang kepemilikan amunisi di Pengadilan Negeri Solo, Jawa Tengah, pada 9 Juni 2011. Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian menyatakan Muhammad Bahrun Naim Anggih Tamtomo alias Bahrun Naim diduga berada di balik serangan teror bom Sarinah di jalan MH Thamrin, Jakarta. ANTARA/DOK SOLOPOS/Dwi Prasetya
CIIA: Bahrun Naim Tewas di Suriah, Juga Anaknya yang Kurang Gizi

Direktur Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA) Harits Abu Ulya sudah melakukan konfirmasi soal kematian Bahrun Naim.


Gadis Cilik Suriah yang Berkicau di Twitter Kunjungi Markas PBB

18 Oktober 2017

Bana al-Abed dengan ibunya, Fatemah, di dekat Bryant Park di New York. nytimes.com
Gadis Cilik Suriah yang Berkicau di Twitter Kunjungi Markas PBB

Bana Al Abed, gadis cilik yang mencuit pengalamannya sebagai penduduk Aleppo, Suriah saat dikepung pemberontak diundang ke markas PBB di New York.


Tujuh Relawan White Helmets Tewas Ditembak di Suriah

13 Agustus 2017

Relawan medis White Helmet. middleeasteye.net
Tujuh Relawan White Helmets Tewas Ditembak di Suriah

Belum jelas apakah serangan terhadap 7 relawan White Helmets dilakukan atas motif politik atau kriminal


Beredar, Video Aparat Turki Siksa Pengungsi Suriah  

31 Juli 2017

Sejumlah pengungsi Suriah berada di sekitar puing-puing kamp yang terbakar di kota Bar Elias, lembah Bekaa, Lebanon, 4 Juli 2017. REUTERS/Hassan Abdallah
Beredar, Video Aparat Turki Siksa Pengungsi Suriah  

Beredar video penjaga perbatasan Turki menyiksa pengungsi Suriah.


Indonesia Menyerahkan Ambulans Bantuan untuk Suriah

28 Juli 2017

Duta Besar RI untuk Suriah Djoko Harjanto menyerahkan dua ambulans sumbangan dari rakyat Indonesia kepada rakyat Suriah, 26 Juli 2017. KBRI Damaskus
Indonesia Menyerahkan Ambulans Bantuan untuk Suriah

KBRI Suriah menyerahkan dua ambulans bantuan kemanusiaan dari Dompet Dhuafa dan MER-C kepada Palang Merah Suriah


Rumah Sakit Bawah Tanah, Perlindungan Terakhir Paramedis Suriah

23 Juli 2017

Seorang petugas berada dalam satu ruangan di rumah sakit bawah tanah Suriah. thesun.co.uk
Rumah Sakit Bawah Tanah, Perlindungan Terakhir Paramedis Suriah

Guna menghindari terjangan peluru dan bom dari dua pihak yang berperang di wilayah tersebut, petugas medis Suriah membangun rumah sakit bawah tanah


Kedutaan Rusia di Suriah Ditembaki dengan Artileri

17 Juli 2017

Ratusan potongan tangan manekin berserakan di depan gerbang Kedutaan Rusia di London, Inggris, 3 November 2016. Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap serangan yang dilancarkan Rusia di Aleppo, Suriah. REUTERS
Kedutaan Rusia di Suriah Ditembaki dengan Artileri

Media pemerintah Suriah meleporkan kedutaan Rusia di Damaskus mengalami penembakan dengan artileri yang menyebakan kerusakan materi.


Heboh, Pro Assad dan Oposisi Berkelahi Saat Siaran Langsung

15 Juli 2017

Pro-Assad dan oposisi berkelahi saat debat di televisi. independent.co.uk
Heboh, Pro Assad dan Oposisi Berkelahi Saat Siaran Langsung

Perdebatan sengit terjadi antara Bilal Daqmaq, kritikus Assad, dan Ahmad Shlash, mantan anggota parlemen Suriah


Dokter di Suriah Keluhkan Bantuan Kemanusiaan Turun Drastis

14 Juni 2017

Seorang petugas berusaha menyelamatkan anak yang terkena serangan gas yang diduga beracun kota Khan Sheikhoun, Idlib, Suriah, 6 Maret 2017. Sekitar 100 orang tewas dan lebih dari 350 lainnya menderita sakit akibat serangan gas tersebut. Social Media Website via Reuters TV
Dokter di Suriah Keluhkan Bantuan Kemanusiaan Turun Drastis

Sejumlah dokter warga Suriah mengungkapkan bantuan kemanusiaan ke Suriah turun drastis dalam dua bulan.


Hina Oposisi, Jurnalis Pendukung Assad Diusir dari Gedung PBB

18 Mei 2017

Roba Al-Hajli, jurnalis pro-Assad yang dikeluarkan dari gedung PBB di Genewa. english.alarabiya.net
Hina Oposisi, Jurnalis Pendukung Assad Diusir dari Gedung PBB

Delegasi oposisi di PBB mengajukan komplain atas sikap jurnalis Hajli termasuk perilakunya yang dianggap melanggar kode etik jurnalistik.